Satelit


ConstellationGPS

satelit

Ditinjau dari daerah cangkupannya satelit digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu :
1. LEO (Low Earth Orbit Satellites)
Satelit yang mengorbit pada ketinggian 500 – 1500 km dari permukaan bumi. Dengan satelit ini memungkinkan digunakan untuk komunikasi suara tanpa menimbulkan delay propagasi dan daya yang relatif kecil.
2. MEO (Medium Earth Satellites)
Satelit yang mengorbit pada ketinggian antara 9000 – 20000 km dari permukaan bumi. Satelit ini memiliki coverage yang lebih sempit dan memiliki delay yang lebih kecil dibandingkan GEO

3. GEO (Geosynchronous Earth Orbit)
Satelit ini mengorbit pada ketinggian kurang lebih 36000 km dari permukaan bumi.

satelit2

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.

  • Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di atas permukaan bumi.
  • Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
  • Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
  • Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
  • Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.

Komponen Sistem Komunikasi Satelit
• Space segment (bagian yang berada di angkasa)
• Ground segment (biasa disebut stasiun bumi)

satelit3

Karakteristik Transmisi Satelit

  •  Jangkauan frekuensi untuk transmisi satelit adalah berkisar pada 1 sampai 10 GHz.
  • Dibawah 1 GHz terdapat noise yang berpengaruh dari alam seperti noise dari galaksi, matahari, atmosfer serta inferensi buatan manusia dari berbagai pelengkapan elektronik.
  • Daitas 10 GHz, sinyal-sinyal akan mengalami atenuasi yang parah akibat penyerapan dan pengendapatan di atmosfer.
  • Frekuensi uplink dan downlink berbeda karena satelit tidak dapat menerima dan mentransmisi dengan frekuensi yang sama pada kondisi operasi terus menerus tanpa interferensi. jadi sinyal sinyal yang diterima dari suatu stasiun bumi satu frekuensi harus ditransmisikan kembali dengan frekuensi yang lain.

Kelebihan Komunikasi Satelit
• Cangkupan yang luas : satu negara, region, bahkan satu benua
• Bandwidth yang tersedia cukup lebar
• Independen dari infrastruktur terestrial
• Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat
• Biaya relatif rendah per-site
• Karakteristik layanan dari satu provider
• Layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi

Kekurangan Komunikasi Satelit
• Delay propagasi yang besar
• Rentan terhadap pengaruh atmosfir
• Modal pembangunan awal yang besar
• Biaya komunikasi untuk jarak jauh dan pendek relatif sama
• Hanya ekonomis jika jumlah user banyak

*Propagasi adalah transmisi atau penyebaran sinyal dari suatu tempat ke tempat lain.

Continue reading

Frekuensi satelit C-band,Ku-Band atau Ka-band


Sistem Komunikasi Satelit adalah salah satu sarana atau infrastruktur yang dapat digunakan untuk aplikasi broadband multimedia. Dalam dunia sistem komunikasi satelit, frekuensi C-band telah lama digunakan dan saat ini telah penuh. Dan telah lama pula dunia menerapkan frekuensi Ku-band untuk sistem komunikasi satelit karena dengan frekuensi ini aplikasi broadband bisa lebih baik digunakan (bandwidth lebih lebar). Selain keuntungan lainnya, yaitu terhindar dari interferensi dengan sistem microwave terestrial yang banyak memakai frekuensi C-band. Namun bagi Indonesia penggunaan frekuensi Ku-band ini memerlukan pengkajian yang cermat, karena frekuensi di atas 10 GHz. rentan terhadap hujan, terlebih hujan deras yang sering melanda Indonesia. Tulisan ini mengkaji kemungkinan pemakaian frekuensi Ku-band untuk sistem komunikasi satelit di Indonesia.

Tahun 1976, Presiden Suharto memberi nama Satelit Indonesia yang pertama dengan nama PALAPA. Pada saat itu Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang memakai satelit sebagai infrastruktur telekomunikasinya. Indonesia bisa berbangga hati dengan hal ini, karena negara tetangga kita Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand belum memperhatikan dunia persatelitan.

Memang secara geografis Indonesia yang terdiri dari pulau – pulau dan terbentang luas dari Barat sampai ke Timur, dari Utara sampai ke Selatan, layak mempunyai satelit untuk sistem komunikasinya. Karena dengan satelit liputan atau cakupannya luas, cepat proses penggelarannya (bandingkan dengan penggelaran serat optik yang harus menggali tanah), tidak tergantung pada kondisi alam, dan jarak.

Di kawasan Asia Tenggara/ Asia Timur penggunaan satelit untuk layanan komunikasi suara maupun data, saat ini Indonesia tidak sendiri lagi. Duapuluh tahun sejak tahun bersejarah 1976, Malaysia dan Thailand juga meluncurkan satelitnya sendiri, kemudian Singapura dan Taiwan secara patungan membuat satelit sendiri pada tahun 1998. Selain itu Hongkong mempunyai satelit juga, demikian pula Korea (Koreasat) dan Jepang (JCSAT). Ternyata, bahwa pita frekuensi yang digunakan pada komunikasi satelit juga mengalami perkembangan. Disamping penggunaan frekuensi “C-band”, maka penggunaan “Ku-band” semakin populer, walaupun operator-operator satelit di Indonesia masih ragu akan kelayakan teknis penggunaan Ku – band tersebut.

Terobosan baru di bidang persatelitan di Indonesia perlu dilakukan, misalnya pemakaian frekuensi di atas 10 GHz., yaitu Ku-band (11 s/d 18 GHz) dan Ka-band (20 s/d 30 GHz). Karena semakin tinggi frekuensi akan dapat semakin besar bandwidth-nya. Pemakaian frekuensi di atas 10 GHz.memang ada masalah, yaitu semakin tinggi frekuensi, akan semakin tinggi redaman hujannya. Semakin tinggi redaman hujan akan semakin menurunkan link-availability-nya.

Indonesia oleh International Telecommunications Union – ITU digolongkan sebagai region P, di mana intensitas hujannya termasuk sangat tinggi. Intensitas hujan yang mengakibatkan link-komunikasi putus sebesar 0.01% per tahun di Indonesia adalah sebesar 145 mm/h, demikian versi ITU. Dengan intensitas hujan yang demikian dapat menimbulkan redaman hujan pada link satelit yang bekerja pada frekuensi 14 GHz. sebesar 26 dB, cukup besar. Redaman sebesar ini harus dikompensasi dengan perangkat RF yang besar di sisi pemancar. Seberapa besarkah? Nilainya bisa dihitung dengan analisa link-budget. Lalu apakah kita pesimis tidak bisa memakai frekuensi ini? Marilah kita pelajari dengan seksama. Apakah hujan akan terjadi terus menerus sepanjang tahun ? Jelas tidak. Apakah jika hujan terjadi pasti akan terjadi redaman sebesar 26 dB? Juga tidak, karena redaman hujan tergantung pada besarnya intensitas hujan di suatu tempat. Jelas ada harapan pemakaian frekuensi di atas 10 GHz.( Ku-band) di Indonesia.

Rainfall Rate

Rainfall Rate (intensitas curah hujan) adalah salah satu faktor penentu besarnya rain attenuation (redaman hujan) dalam propagasi sistem komunikasi wireless (nirkabel) termasuk sistem komunikasi satelit. Pengukuran dan pencatatan di lapangan dalam kurun waktu yang cukup lama merupakan cara (empiris) terbaik untuk mengetahui intensitas curah hujan di suatu negara, yang kemudian data itu dapat dipakai untuk berbagai kalkulasi peredaman sinyal karena hujan. Cara lain adalah mengandalkan pada model-model yang dikembangkan secara teori oleh fihak-fihak tertentu, seperti misalnya model ITU-R Rep. 563-4 serta model Global Crane. Walaupun kedua model tersebut sering dipakai untuk menghitung redaman hujan di Indonesia, namun kedua model itu oleh beberapa ahli dianggap kurang tepat karena terlalu sedikitnya sampel yang dipakai untuk membuat kedua model tersebut. Indonesia sangat beruntung karena telah melakukan beberapa penelitian mengenai hal ini (walaupun mungkin masih dapat diperbanyak lagi), sehingga dapat menyusun model yang semakin akurat. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan di kepulauan Indonesia tercatat ada sembilan lokasi di wilayah negara RI, yaitu di Jatiluhur, Cibinong, Denpasar, Padang, Surabaya, Bandung, Tanahmerah, Putussibau, dan Maros dan satu lokasi di Singapura, yaitu Bukit Timah, yang secara geografis terletak pada posisi yang sama dengan Indonesia.

Hasilnya menunjukkan intensitas curah hujan untuk persen waktu pengamatan 0.01% (R0.01) sebagai berikut:

Location Measurements Results ITU-R Rep.563-4 Global Crane
Jatiluhur 109.2 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Surabaya 119.6 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Bandung 120 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Singapura 125.5 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Denpasar 109 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Tanahmerah 138 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Cibinong 159 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Maros 148 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Putussibau 152 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Padang 146 mm/h 145 mm/h 147 mm/h
Tabel 1.1. Hasil Pengukuran Intensitas hujan R0.01 di Indonesia

Catatan; Disamping model ITU dan model Global Crane, juga terdapat model dari Rice-Holmberg dan model ESA/ Salonen Baptista Dalam tabel ini tampak perbedaan-perbedaan yang cukup besar antara hasil pengukuran di lapangan dan perhitungan mengikuti beberapa model-moel terkenal. Model Prediksi Rainfall Rate (Intensitas Hujan) di Indonesia.

Dengan adanya pengukuran di lapangan seperti disampaikan diatas, maka dengan lebih akurat dan yakin dapat kita susun model prediksi intensitas hujan yang berlaku khas untuk Indonesia. Memanfaatkan data tersebut di atas ditambah data hujan dan jumlah hari badai petir (thunderstorm day) dari Badan Meteorologi dan Geofisika Departemen Perhubungan RI dapat dibuat model prediksi intensitas hujan R0.01 untuk kepulauan Indonesia, yaitu:

  • R0.01 = f(Lat,Long,M,Mm) = 128.192 – 0.037Lat – 0.393Long + 0.012M + 0.017Mm
  • R0.01 = rainfall-rate 0.01 percent of time in a year (mm/h)
  • M = average rainfall a year (mm)
  • Mm = maximum rainfall (monthly) in 30 years
  • Lat = latitude
  • Long = longitude

Model inilah yang seyogyanya digunakan dalam perancangan link komunikasi nirkabel (WLL/LOS, Satelit) Model Prediksi Rain Attenuation (redaman hujan).

Rain attenuation untuk keperluan link komunikasi nirkabel dapat dihitung dengan model – model:

  • ITU – R (formerly CCIR Model)
  • SAM (Simple Attenuation Model)
  • Global Crane Model
  • Model DAH (Dissanayake, Allnutt, Haidara Model)

Untuk konfirmasi tentang model yang sebaiknya digunakan di Indonesia perlu dilakukan pula pengukuran-pengukuran lapangan. Pengukuran redaman hujan di Indonesia untuk lintas (link) komunikasi satelit pernah dilakukan di Padang, Cibinong, Surabaya, dan Bandung. Ternyata, bahwa setelah dianalisa, model prediksi redaman hujan dari DAH cocok untuk Indonesia, selain model ITU. Model DAH ini sejak 2001 telah menjadi rekomendasi ITU untuk digunakan, (Recommendation no. ITU-R P.618-7).

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan model prediksi rainfall rate di atas , didapat rainfall rate untuk beberapa lokasi di Indonesia. Nilai rainfall rate tersebut kemudian digunakan untuk menghitung nilai peredaman hujan (rain attenuation) dengan memakai model DAH . Dari nilai rain attenuation tersebut dapat dihitung perkiraan “link-availability” (keadaan dimana hubungan/link tidak terputus karena lemahnya sinyal) untuk sistem Ku-band di Indonesia. Hasil perhitungan oleh penulis menunjukkan bahwa pemakaian sistem Ku-band untuk sistem komunikasi satelit layak dengan link-availability sebesar 99.7%.

Sebagai pengalaman praktis berdasarkan hasil uji lapangan untuk data rate 512 kbps dengan memakai antena 1.8 m, daya RF 4 watt dan jarak antara pemancar dan penerima 180 km, kami temukan bahwa link-availability – nya 99.9%.

Penggunaan Ku-band di daerah Tropis

Pemakaian Ku-band pada komunikasi satelit di daerah tropis seperti Indonesia tampaknya akan semakin gencar. Kami amati bahwa beberapa satelit yang “parkir” di atas Indonesia sudah mempunyai transponder Ku-band, bahkan Ka-band. Silakan lihat satelit milik Newskies (NSS 6) yang diluncurkan pada bulan Desember 2002 lalu yang berada pada posisi 95† BT hanya berisi Ku-band dan cakupan geografisnya (footprint) mengarah ke Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku). Demikian pula satelit iPSTAR yang akan diluncurkan di tahun 2004 ini. Juga Measat 3 milik Malaysia yang akan diluncurkan pada tahun 2005 mendatang, yang akan berdampingan (collocated) dengan Measat 1 bakal mempunyai 24 transponder Ku-band. Cakupan geografis Ku-band yang mengarah ke Indonesia diberi nama oleh Measat “Ku-band beam for Indonesia”. Measat 4 bahkan direncanakan akan mempunyai cakupan seluruh Indonesia dari Barat sampai ke Timur. Satelit ini akan diluncurkan oleh Malaysia pada tahun 2007.

Mengapa para perancang satelit – satelit itu berani menggunakan frekuensi Ku-band? Tentunya mereka telah menghitung secara teknis kelayakannya disamping menerapkan sistem regeneratif, yaitu pengaturan daya jika terjadi hujan atau disebut juga Automatic Link Control pada satelit yang dapat mengkompensasi redaman hujan sampai sebesar 10 dB. Selain dari itu, saat ini untuk segmen bumi (ground segment) juga ada perkembangan baru yakni, penerapan AUPC (automatic uplink power control) dan Turbo Coding. AUPC sebenarnya telah lama ada, tetapi baru diproduksi secara masal pada saat ini. Dengan AUPC ini kita dapat mengatur secara otomatis daya pancar sesuai dengan redaman yang terjadi, umumnya sampai 9 dB.

Sedangkan dengan Turbo Coding kita juga bisa menghemat daya yang digunakan, sehingga dengan daya pancar yang sama kita akan mendapatkan fade margin yang lebih besar dibandingkan dengan modem satelit yang tidak memakai Turbo Coding. Bahkan saat ini sedang dikembangkan Adaptive Coding, yaitu sistem akan beradaptasi dengan kondisi cuaca. Sistem akan mengubah modulasi ketika terjadi perubahan cuaca (hujan), tetapi tetap mempertahankan lebar pita (bandwidth), hanya throughput akan turun. Dengan adaptive coding ini link-availability akan meningkat.

Ada satu masalah lain dalam persatelitan, yaitu : aplikasi TCP/IP sulit lewat di link satelit, karena waktu delay yang besar. Memang TCP/IP dirancang untuk waktu delay rendah, karena dilewatkan pada hubungan teresterial. Apakah masalah ini tidak ada solusinya? Ternyata ada, antara lain membuat ulang algoritma TCP (re-engineering), TCP spoofing, dan IP over DVB. Selain ada pula yang merancang TCP over satelit (http://www.idirect.net/) Saat ini masalah ini sudah bukan merupakan halangan lagi. Sehingga VPN Services over Satellite bukan suatu hal yang diimpi-impikan tetapi sudah terbukti bisa diterapkan.

Bisa dibayangkan jika berbagai teknologi baru ini digabungkan. Sudah waktunya Indonesia meninggalkan keengganan atau kekuatiran memakai frekuensi Ku-band. Sistem layanan jasa satelit yang murah akan sangat menolong proses pencerdasan bangsa, karena bagi Indonesia yang luas ini infrastruktur teknologi informasi yang cocok adalah satelit. Bisa dibayangkan kalau ATM ( Anjungan Tunai Mandiri ) yang bisa bergerak lincah, demikian pula Warung Internet yang bisa berpindah-pindah. Penetrasi jasa perbankan akan semakin pesat, demikian pula Internet. Distance learning atau e-learning pun bisa digelar dengan relatif murah dan cepat. Bahkan tidak tertutup kemungkinan Indonesia bisa menggelar Pemilu On-line dengan VSAT. Kelincahan hanya akan bisa dilakukan, jika perangkat yang dipakai compact dan kecil. Dengan sistem Ku-band kita bisa melakukan hal ini.

sumber :http://spacejournal.ohio.edu/issue8/pers_setiyanto_indo.html

vsat


  1. VSAT atau “Very Small Aperture Terminal ” adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan terminalterminal stasiun bumi dengan diameter yang sangat kecil.

vsatanim

  1. Pada umumnya VSAT diletakan langsung di site pengguna. Seorang end user VSAT memerlukan perangkat untuk menghubungkan komputernya dengan antena luar yang mempunyai transceiver
  2. Transceiver menerima atau mengirim sinyal ke transponder
    satelit di angkasa. Satelit menerima sinyal dari bumi,
    menguatkan dan mengirimkan kembali sinyal ke bumi. Continue reading

wimax


wimax

WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access.

  • Merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wirelessaccess atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas.
  • Teknologi yang menggunakan OFDM (Orthogonal Frequency Division) ini mampu memberikan layanan data berkecepatan hingga 70 Mbps dalam radius 50 km
  • Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luasdigunakan adalah Standard yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti :

– 802.15 Untuk Personal Area Network (PAN)
– 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi)
– 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX)

Continue reading

Antenna


  • Semua pemancar atau penerima memerlukan antena.
  • Antena pemancar melepaskan daya dari pemancar ke udara berupa gelombang elektromagnetik (gelombang radio).
  • Antena penerima mengumpulkan enerji gelombang elektromagnetik serta mengubahnya menjadi arus listrik bolak-balik dan diteruskan ke penerima untuk dideteksi.

Terbentuknya Gelombang Radio

  • Pada saat arus bolak balik mengalir melalui kawat antena, medan listrik dan medan magnit akan terbentuk disekitar kawat.
  • Jika panjang kawat sangat pendek dibanding dengan panjang gelombang arus bolak balik, medan listrik dan medan magnit akan hilang dalam jarak pendek. Jika kawat dipanjangkan, intensitas medan listrik dan medan magnit akan menguat, dengan demikian akan bertambah enerji terlepas dari kawat menuju udara (space).
  • Pada saat panjang kawat mendekati setengan panjang gelombang, hampir semua enerji akan lepas dalam bentuk gelombang radiasi elektro magnetik.

Ilustrasi
Pada sebuah kabel yang lurus, didalam kabel tersebut kita dorong elektron untuk bergerak dari satu ujung ke ujung yang lain bolak-balik secara periodik.

Pada satu saat, ujung atas kabel akan bermuatan negatif-semua elektron negatif berkumpul disitu.

Hal ini menyebabkan terjadinya medan listrik dari plus ke minus sepanjang kabel.
Di saat yang lain, semua elektron didorong ke ujung bawah kabel dan listrik akan berbalik arah.

antenna

Apa yang baru saja kita bahas biasanya dikenal sebagai dipole, karena ada dua pole/kutub, plus dan minus, atau lebih sering dikenal sebagai antena dipole. Hal ini merupakan bentuk paling sederhana dari antenna omnidirectional (segala arah)

Macam-macam Antena Wireless
1. Antena Omnidirectional Continue reading

What is cloud computing and what can it do for me


What is cloud computing and what can it do for me

Cloud computing adalah istilah umum untuk segala sesuatu yang melibatkan host layanan yang disampaikan melalui internet. Dalam arti luas Cloud computing memiliki tiga karakteristik yang membedakannya dari hosting tradisional, ini adalah;

  1. Menyediakan sesuatu yang diminta  (dalam beberapa kasus dalam hitungan menit atau jam)
  2. Terukur (pengguna dapat memiliki sedikit atau sebanyak yang mereka inginkan)
  3. Sepenuhnya dikelola oleh vendor (Anda biasanya hanya memerlukan komputer dan akses internet)

Cloud computing menjanjikan untuk mempercepat penyebaran aplikasi dan biaya yang lebih rendah, sementara untuk meningkatkan  bisnis. cloud computing akan  mengubah tentang bagaimana merancang, membangun dan memberikan aplikasi kepada pengguna. Apakah hari ini  anda telah menggunakan search engine ?, Atau anda telah mengakses web mail jika demikian anda sudah menggunakan layanan Internet (cloud).

Ada jaringan publik,  jaringan swasta dan  jaringan hibrid  tapi jangan biarkan jargon menghalangi anda, semua orang setuju bahwa cloud computing adalah kunci untuk masa depan TI tetapi banyak orang-orang tidak yakin dengan kelanjutannya. Banyak perusahaan yang  menawarkan “layanan cloud computing” seperti SaaS (software as a service) atau PaaS (platform as a service) atau IaaS (infrastructure as a service) untuk beberapa vendor mungkin memiliki nama yang berbeda.

Cloud computing memiliki beberapa manfaat nyata tetapi juga memiliki risiko seperti kehilangan layanan jika operator anda memiliki downtime atau lebih buruk lagi jika vendornya  keluar dari bisnis ini, juga kekhawatiran regulasi atas keamanan data sehingga penting memilih vendor anda dengan hati-hati.

Saya baru-baru ini meng-install sistem yang sangat sederhana untuk tukang ledeng yang tinggal di depan jalan, ia sudah memiliki iPhone, Apple Mac dan iPad meskipun dalam kata-katanya ia tidak benar-benar yakin apa yang harus dilakukan dengan peralatan tersebut.

Selama percakapan kami, ia menyebutkan bahwa istrinya memiliki telepon di rumah dan menulis semua janji pekerjaannya dan secara berkala dia memberinya daftar baru, jika panggilan mendesak maka dia mencoba untuk menghubunginya langsung, dalam waktu 10 menit kami telah menghubung kan Apple Mac, iPhone dan aplikasi kalender iPad sampai dengan iCloud ( (ia  familiar dengan aplikasi kalender apapun).

sekarang ketika istrinya meng-entry rincian panggilan ke time slot  pada aplikasi kalender pada Mac, Jadwal akan muncul di iPhone dan iPad hampir seketika dan setiap kali ada janji Mendesak akan ditandai dengan warna merah,dia sekarang tahu persis kapan dan di mana ia harus berada, apa yang masalahnya sebelum dia sampai di sana, alamat,  nama pelanggan dan detail kontak dan dia tidak mengeluarkan biaya apa-apa untuk ini  karena ia sudah memiliki teknologi yang sederhana, tetapi hal ini  satu atau dua tahun lalu mungkin akan menjadi sedikit lebih sulit dan lebih mahal , mungkin ini bukan solusi terbaik untuk masalahnya tetapi hal ini bekerja untuk dia dan dia tidak mengeluarkan biaya apapun.

Cerita di atas adalah untuk menunjukkan bahwa “Cloud” tidak menakutkan, memang kadang  bukan jawaban untuk segala hal tetapi dalam kasus-kasus tertentu itu tidak persis seperti apa yang anda takutkan.

beberapa istilah yang  mungkin  anda ingin tahu lebih banyak, diantaranya adalah :

Utility Computing
SaaS
 – Software as a service
PaaS – Platform as a service
IaaS – Infrastructure as a service
RIA – Rich internet application
Multi-tenancy
Public, Private, Hybrid Clouds
Virtualisation

Keamanan Mail Server


Proses pengiriman Email memanfaatkan protokol SMTP (Simple Mail Transport Protocol – bekerja di port 25) atau UUCP. Protokol SMTP hanya bekerja untuk berkomunikasi dengan server mail remote, tidak untuk server lokal.

Sedangkan pengguna Email dapat membaca e-mailnya menggunakan protokol POP. Setiap pengguna memiliki ‘mailbox’ pada mail server tempat mail yang ditujukan kepada pengguna tersebut disimpan.

mailserver

Continue reading

Spyware, Adware dan Spam


Adware sebenarnya difungsikan sebagai promosi atau iklan berbentuk banner yang dimasukan secara tersembunyi oleh pembuat program. Umumnya program diberikan secara gratis, tetapi dengan kompensasi pemakai harus menerima iklan pada program.

Dilihat dari namanya, adware berasal dari kata ad (advertisement) yang artinya iklan dan ware yang artinya benda. kok baik? Taukah kamu, bahwa antivirus AVG 8.5 free adalah adware? Mungkin sudah banyak yang tau. Tetapi ini adalah adware yang tidak parah. Ya cuma mengiklankan supaya kita membeli yang berbayar dan tidak mendownload content dari internet. Tetapi kan tidak terlalu parah ngiklannya. Nah yang banyak orang gunakan dan ini agak parah adalah Yahoo! Messenger. Ini iklannya macam-macam di bawah. Ya walaupun ukurannya cuma kecil tetapi ini adalah termasuk adware. Nah AVG 8.5 dan Yahoo!Messenger adalah contoh adware yang baik. Karena ada gunanya walaupun juga ada iklannya. Dan banyak orang yang pakai walaupun adware.

Spyware secara umum adalah sejenis program yg mengoleksi dan mentranfer informasi ttg seseorang dan kebiasaan browsingnya untuk keperluan iklan/promosi. Namun akhir2 ini spyware dpt digunakan untuk tujuan lain, yaitu mencuri data2 penting yg ada di komputer seseorang seperti, password, no PIN, alamat bahkan dijadikan alat untuk mencari data pribadi pada sebuah komputer dan menjadikan komputer korban sebagai mata-mata tanpa diketahui pemiliknya.

Trojan


Seperti halnya virus, jumlah trojan yang semakin lama semakin bertambah banyak, karena hacker atau pembuat program Trojan (programmer) yang selalu bereksperimen untuk mengembangkannya. Trojan tidak mempunyai masa aktif, maksudnya Trojan akan ada selamanya (bersarang) dan tidak pernah akan habis. Programmer akan selalu bereksperimen untuk menciptakan Trojan yang unik dengan fungsi-fungsi baru dengan metode enkripsi yang lebih hebat. Secara teknis, Trojan dapat muncul di mana saja dan kapan saja, di sistem operasi manapun dan berbagai platform. Kecepatan peredaran Trojan secepat virus. Secara umum Trojan berasal dari program-program yang di download dari Internet, terutama freeware atau shareware yang mencurigakan dan tidak berasal dari situs aslinya, Salah satu indikasi komputer yang terinfeksi oleh Trojan dapat digambarkan sebagai berikut. Pada saat komputer terhubung dengan Internet, misalnya saat mengobrol (chating) atau memeriksa e-mail, tetapi hardisk bekerja dengan sibuk (busy) dalam waktu yang lama. Selain itu pemakai juga tidak sedang menjalankan program aplikasi besar atau men-download sesuatu yang mengharuskan piringan hardisk berputar cukup lama. Kejadian tersebut termasuk kejadian aneh yang patut dicurigai adanya penyusupan.

Definisi Trojan

Continue reading

Hacker Indonesia atau Indonesia Hacker….#sama aja ya


Sejarah tentang Hack, Hacker, dan Hacking

Sebelum terbentuknya komunikasi yang tercipta di Internet, pada tahun 1960-an beberapa mahasiswa ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang gemar untuk melakukan engineering dan re-engineering terhadap perangkat keras dan perangkat lunak sering melakukan diskusi-diskusi terbuka yang disana membahas masalah :

  • Ide-ide mengenai pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak
  • Ide-ide mengenai transformasi terhadap teknologi dan informasi

Pengistilahan dan perkataan “Hack” sebenarnya adalah merupakan slang yang pada saat itu belum memiliki arti yang spesifik dan sebenarnya. Kebiasaan-kebiasaan mengucapkan “I Hack This Stuff” seakan-akan memberikan arti bahwa istilah Hack merupakan kegiatan yang sedang dan memperoleh hasil setelah melakukan pengembangan terhadap segala sesuatu yang dilakukan. Pengembangan-pengembangan yang secara khusus diberikan kepada minicomputer dan microcomputer tersebutlah istilah “Computer Hacker” terbentuk.

Dengan kata lain, Computer Hacker adalah seseorang yang mengaplikasikan kemampuan dalam cakupannya mengenai komputer software, komputer hardware, komputer arsitektur, komputer desain, serta administrasi yang terkandung didalamnya. Seorang Hacker dituntut memiliki kemampuan dalam hal pemrograman untuk tingkatan software, dan keahlian dibidang hardware (gw banget tuh 🙂 ). Tuntutan yang sedemikian luasnya untuk keamanan disisi sistem aplikasi dan jaringan, memberikan motivasi bagi seorang Hacker untuk mengembangkan keahlian tersebut sehingga hasil dari penelitian yang dilakukan akan memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan IT itu sendiri.

Dengan melihat sekelumit penjelasan diatas, kita dapat memberikan kesimpulan bahwa Hacking bukanlah sebatas pada kegiatan illegal yang identik dengan pengrusakan sebuah sistem dan aplikasi, atau sebatas kegiatan-kegiatan tentang pencurian sebuah data-data penting, melainkan kepada tindakan untuk melakukan perubahan yang mendasar atau perbaikan-perbaikan terhadap sistem dan aplikasi, baik yang berupa software ataupun hardware.

KELOMPOK HACKER BERDASARKAN MOTIF

  • Black Hat Para hacker yang menjelma menjadi cracker / attacker yang menggunakan kemampuannya untuk tujuan kriminal dan cenderung membahayakan kepentingan pihak lain. Pada umumnya orang-orang yang tergabung dalam kelompok ini adalah yang bergerak secara individu atau sesuai idealisme tertentu dan tidak terikat atas kepentingan pihak tertentu.
  • Continue reading