Blended Learning


Blended Learning, bisa juga disebut dengan Hybrid Learning, sesuai dengan namanya merupakan suatu metode pembelajaran yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dengan online learning.

Metode pembelajaran bisa berupa tatap muka sehari – hari, kemudian ada beberapa komponen pembelajaran e – learning yang disisipkan, maupun sebaliknya, kebanyakan pembelajaran e- learning, lalu disisipkan metode tatap muka untuk review atau untuk ujian.

Ada yang perlu diperhatikan oleh peserta saat hendak mengikuti metode pembelajaran ini adalah komitmen waktu untuk mempelajari suatu topik, kemampuan untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang berbeda dari biasanya,

Metode pembelajaran ini bisa jadi menjadi suatu solusi yang baik untuk memenuhi kebutuhan market, dimana metode pembelajaran tatap muka dirasa sulit karena adanya kendala waktu maupun tempat, adanya pengurangan biaya operasional, peserta dapat menentukan sendiri kecepatan mereka dalam belajar, tidak terikat waktu namun tetap harus memiliki komitmen.

Mari kita lihat dari sisi peserta
Kelebihan untuk “saya sebagai peserta”:

  • Belajar kapan pun saya mau
  • Belajar dengan kecepatan yang saya inginkan
  • Mendapatkan pengalaman belajar dengan metode berbeda
  • Ada waktu untuk memperdalam suatu topik, sebelum membahas dengan trainer

Kekurangannya:

  • Harus memiliki komitmen waktu, karena saat tidak face-to-face tidak ada waktu tersendiri untuk belajar

Kesimpulannya, bisa kita katakan bahwa blended learning memberikan peserta suatu kesempatan untuk mempelajari/mengembangkan suatu keahlian berdasarkan self motivation, manajemen waktu dan konsentrasi (kemampuan untuk tetap fokus)

Sekarang kita lihat dari sisi pemberi training, sisi pemberi training disini dalam hal ini bisa jadi adalah lembaga yang menyediakan training, maupun perusahaan yang men-support blended learning

Kelebihan untuk “saya sebagai penyedia training”:

  • Beban biaya operasional training berkurang, begitu juga dengan biaya instruktur yang harus dibayarkan
  • Untuk perusahaan, karyawannya masih tetap ada di kantor bekerja sekaligus mempelajari suatu keahlian/topik
  • Konten training bisa diadaptasikan sesuai kebutuhan bisnis

Kekurangannya:

  • Saya harus mencari orang yang tepat untuk mendeliver materi agar tujuan dari pembelajaran benar – benar tersampaikan
  • Peserta tetap membutuhkan face-to-face untuk melengkapi pembelajaran
  • Training harus lebih serius, tidak sekedar main – main

Profesor McGinnis (2005) dalam artikelnya yang berjudul ‘Building A Successful Blended Learning Strategy’, menyarankan 6 hal yang perlu diperhatikan manakala orang menyelenggarakan blended learning.

Ke-enam hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Penyampaian bahan ajar dan penyampaian pesan-pesan yang lain (seperti pengumuman yang berkaitan dengan kebijakan atau peraturan) secara konsisten.
  2. Penyelenggaraan pembelajaran melalui blended learning harus dilaksanakan secara serius karena hal ini akan mendorong siswa cepat menyesuaikan diri dengan sistim pendidikan jarak jauh. Konsekuensinya, siswa lebih cepat mandiri.
  3. Bahan ajar yang diberikan harus selalu mengalami perbaikan (updated), baik dari segi formatnya maupun ketersediaan bahan ajar yang memenuhi kaidah ‘bahan ajar mandiri’ (self-learning materials) seperti yang lazim digunakan pada pendidikan jarak jauh.
  4. Alokasi waktu bisa dimulai dengan formula awal 75:25 dalam artian bahwa 75% waktu digunakan untuk pembelajaran online dan 25% waktu digunakan untuk pembelajaran secara tatap muka (tutorial). Karena alokasi waktu ini belum ada yang baku, maka penyelenggara pendidikan bisa membuat ‘uji coba’ sendiri, sehingga diperoleh alokasi waktu yang ideal.
  5. Alokasi waktu tutorial sebesar 25% untuk tutorial, dapat digunakan khusus bagi mereka yang tertinggal, namun bila tidak memungkinkan (misalnya sebagian besar siswa menghendaki pembelajaran tatap muka), maka waktu yang tersedia sebesar 25% tersebut bisa dipakai untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan siswa dalam memahami isi bahan ajar. Jadi semacam penyelenggaraan ‘remedial class’.
  6. Dalam blended learning diperlukan kepemimpinan yang mempunyai waktu dan perhatian untuk terus berupaya bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran.

 

Selanjutnya secara lebih spesifik Profesor Steve Slemer (2005) dan Soekartawi (2005b) menyarankan enam tahapan dalam merancang dan menyelenggarakan blended learning agar hasilnya optimal. Ke-enam tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tetapkan macam dan materi bahan ajar, kemudian ubah atau siapkan bahan ajar tersebut menjadi bahan ajar yang memenuhi syarat untuk pendidikan jarak jauh. Karena medium pembelajarannya adalah blended – learning, maka bahan ajar sebaiknya dibedakan atau dirancang untuk tiga macam bahan ajar, yaitu:
    1. Bahan ajar yang dapat dipelajari sendiri oleh siswa,
    2. Bahan ajar yang dapat dipelajari melalui cara berinteraksi melalui cara tatap-muka, dan Bahan ajar yang dapat dipelajari melalui cara berinteraksi melalui cara online/web-based learning.
  2. Tetapkan rancangan dari blended learning yang digunakan. Pada tahap ini diperlukan ahli e-Learning untuk membantu. Intinya adalah bagaimana membuat rancangan pembelajaran yang berisikan komponen pendidikan jarak jauh dan tatap-muka yang baik. Karena itu dalam membuat rancangan pembelajaran ini, perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan antara lain:
    1. Bagaimana bahan ajar tersebut disajikan.
    2.  Bahan ajar mana yang bersifat wajib dipelajari dan mana yang sifatnya anjuran guna memperkaya pengetahuan siswa.
    3. Bagaimana siswa bisa mengakses dua komponen pembelajaran tersebut.
    4. Faktor pendukung apa yang diperlukan. Misalnya software apa yang digunakan, apakah diperlukan kerja kelompok, apakah diperlukan learning resource centers (sumber pembelajaran) di daerah-daerah tertentu.
  3. Tetapkan format dari on-line learning- apakah bahan ajar tersedia dalam format html (sehingga mudah di cut and paste) atau dalam format PDF (tidak bisa di cut and paste). Juga perlu di beritahukan ke siswa dan guru hosting apa yang dipakai, yaitu apakah on-line learning tersebut menggunakan internet link apa ?. apakah Yahoo, Google, MSN atau lainnya.
  4. Lakukan uji terhadap rancangan yang dibuat. Ini maksudnya apakah rancangan pembelajaran tersebut bisa dilaksanakan dengan mudah atau sebaliknya. Cara yang lazim dipakai untuk uji seperti ini adalah melalui cara ‘pilot test’. Dengan cara ini penyelenggara blended learning bisa minta masukan atau saran dari pengguna atau peserta pilot test.
  5. Selenggarakan blended learning dengan baik sambil juga menugaskan instruktur khusus (dosen/guru) yang tugas utamanya melayani pertanyaan siswa, apakah itu bagaimana melakukan pendaftaran sebagai peserta, bagaimana siswa atau instruktur yang lain melakukan akses terhadap bahan ajar, dan lainlain. Instruktur ini juga bisa berfungsi sebagai petugas promosi (public relation) karena yang bertanya mungkin bukan dari kalangan sendiri, tetapi dari pihak lain.
  6. Siapkan kriteria untuk melakukan evaluasi pelaksanaan blended learning. Memang banyak cara bagaimana membuat evaluasi ini, namun Semler (2005) menyarankan sebagai berikut:
    1. Ease to navigate, dalam artian seberapa mudah siswa bisa mengakses semua informasi yang disediakan di paket pembelajaran yang disiapkan di komputer. Kriterianya: makin mudah melakukan akses adalah makin baik.
    2. Content/substance, dalam artian bagaimana kualitas isi instruksional yang dipakai. Misalnya bagaimana petunjuk mempelajari isi bahan ajar, bagaimana bahan ajar itu disiapkan, apakah bahan ajar yang ada sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan sebagainya. Kriterianya: makin mendekati isi bahan ajar itu dengan tujuan pembelajaran adalah makin baik.
    3. Layout/format/appearance, dalam artian apakah paket pembelajaran (bahan ajar, petunjuk belajar, atau informasi lainnya) disajikan secara profesional. Kriterianya: makin baik penyajian bahan ajar adalah makin baik.
    4. Interest, dalam artian sampai seberapa besar paket pembelajaran (bahan ajar, petunjuk belajar, atau informasi lainnya) yang disajikan mampu menimbulkan daya tarik siswa untuk belajar. Kriterianya: bila paket pembelajaran yang disajikan mampu menimbulkan siswa untuk terus tertarik belajar adalah makin baik.
    5. Applicability, dalam artian seberapa jauh paket pembelajaran (bahan ajar, petunjuk belajar, atau informasi lainnya) yang disajikan bisa dipraktekkan secara mudah. Kriterianya: makin mudah dipraktekkan adalah makin baik.
    6. Cost-effectiveness/value, dalam artian sampai seberapa murah biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti paket pembelajaran tersebut. Kriterianya: semakin murah semakin baik.

 

 

sumber :

Soekartawi, A. Haryono dan F. Librero, (2002), Greater Learning Opportunities Through Distance Education: Experiences in Indonesia and the Philippines. Southeast Journal of Education

McGinnis, M. (2005). Building A Successful Blended Learning Strategy, (http://www.ltimagazine.com/ltimagazin e/article/articleDetail.jsp?id=167425),

PENERAPAN GOOGLE FOR EDUCATION SEBAGAI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT


PENERAPAN GOOGLE FOR EDUCATION SEBAGAI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT

Firman Riyadi

Email : 

 

Abstrak : Pembelajaran disekolah menjadi sebuah beban baik bagi siswa maupun orang tua, Tuntutan untuk mendapat nilai yang baik membuat beban bukan hanya dari sisi siswa, orang tua dan guru tetapi juga dari sisi pemerintah. Ini terlihat dari pemberitaan di media massa dimana kepala daerah memberikan komentar terkait tingkat kelulusan Ujian Nasional. Tuntutan akan nilai yang baik seringkali menghilangkan sisi pendidikan karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, ikhlas, tolong menolong, dan bersyukur. Sistem pembelajaran yang satu arah dan hanya mengejar nilai pada akhirnya hanya akan membuat master of none yaitu siswa belajar banyak hal tetapi tidak memahami dan mendalami apa yang dipelajarinya. Belajar itu harusnya menyenangkan karena yang menyenangkan itu akan mudah diingat.E-learning sebagai metode pembelajaran yang memanfaatkan ICT (Information communication and Technology) membuat pembelajaran jadi lebih menyenangkan karena dapat diakses dimana saja, dapat di ulang, lebih interaktif dan lebih effesien. Teknologi yang dapat di implemetasikan di E-learning mulai dari teks, film, gambar bahkan animasi dengan tidak menghilangkan sisi pendidikan karakternya.

 

Keyword :Google for education. collaborative learning,ICT, Student center learning

Continue reading

Start of research


TAHAPAN MEMULAI PENELITIAN UNTUK MAHASISWA GALAU

  1. TENTUKAN BIDANG GARAPAN KITA (RESEARCH FIELD) Banyak mahasiswa yang sampai detik-detik terakhir mau skripsi/tesis masih belum mengerti akan menggeluti  bidang (field) apa di disiplin ilmu computing. Ini agak mengherankan, karena ini berarti mahasiswa tidak memahami isi mata kuliah yang 3-4 tahun dia ikuti, sehingga akhirnya tidak mengerti minat dan ketertarikannya di bidang (field) apa. Ketika saya dulu mengikuti program undergraduate (S1) di Saitama University, Jepang, semester 4-5 pun saya sudah bisa menentukan minat dan ketertarikan saya kira-kira di bidang mana. Pada semester 5, saya juga sudah harus menentukan akan masuk ke lab penelitian apa (yang disusun berdasarkan bidang garapan (research field)). Sebenarnya kalau kurikulum di kampus kita sudah benar, satu mata kuliah itu menunjukkan satu cabang dari disiplin ilmu komputer, dan otomatis menunjukkan bidang penelitian yang bisa kita garap. Cara lain untuk melihat bidang garapan adalah dengan melihat journal ilmiah (transaction) yang ada di asosiasi bidang computing, contohnya adalah list transaction di ACM, dan IEEE Computer Society. Beberapa bidang garapan di disiplin ilmu computing, misalnya adalah: Software Engineering, Data Mining (Knowledge Discovery in Database), Image Processing, Information Retrieval, Networking, Human Computer Interaction, Soft Computing, Computational Intelligence, dsb. Sekarang yang penting adalah segera tentukan mana bidang garapan anda. Sebagai contoh, saya memutuskan bahwa ketertarikan saya adalah pada bidang software engineering. Saya lanjutkan gerakan saya ke tahap kedua, menentukan topik penelitian saya. 2. TENTUKAN TOPIK/TEMA PENELITIAN KITA (RESEARCH TOPIC) Setelah bidang garapan ditentukan, sekarang tentukan topik penelitian kita. Cara termudah menentukan topik atau tema penelitian kita adalah dengan membaca buku, paper, artikel yang berjudul “research trends on” dengan diikuti nama bidang yang kita pilih. Contohnya gunakan keyword: “research trends on software engineering”, kombinasi keyword pencarian selain itu adalah “research challenge on”, “research topics on”, dsb. Dari beberapa paper yang kita baca, kita akan ngerti tren penelitian di bidang yang kita garap apa saja. Kita juga bisa menganalisa tren penelitian yang muncul di bidang garapan kita dengan melihat issue (paling tidak sekitar 3 tahun terakhir) dari journal/transaction yang berhubungan. Beberapa contoh paper tentang research trend di suatu bidang ada di bawah:

Continue reading

bukan Coretan di dinding


cyberschool free access for fast inform anything, connecting to all resource (human resource, compute,etc) making for unlimited possibility. Penggunaan teknologi internet memberikan konsep baru untuk saling bekerjasama menggabungkan berbagai human resource, infrastuktur, capital  sehingga memungkinkan untuk menciptakan budaya unlimited possibility. Penggabungan berbagai disiplin ilmu memberikan kemungkinan untuk membuat berbagai penemuan-penemuan baru. Teknologi yang tepat akan meningkatkan value dari suatu produk, produk yang baik akan meningkatkan loyalitas consumer,  consumer yang loyal akan menjadi salah satu media advertising yang efektif dengan menceritakan benefit dari produk tersebut.

Cyberschool_02

E-learning, Electronic learning atau saya lebih suka menyebutnya sebagai enjoy learning, kenapa enjoy learning karena untuk belajar kita harus bisa menikmati proses belajar tersebut, sesuatu yang bisa dinikmati atau sesuatu yang menyenangkan itu akan lebih mudah di ingat atau di pahami dari pada sesuatu yang menyakitkan atau tidak disenangi (ini bukan curcol ya).

E-learning membuka akses untuk berkolaborasi, E-learning membuka akses untuk berkomunikasi, E-learning juga membuka akses untuk belajar secara menyenangkan, jika aksesnya telah terbuka maka itu akan menjadi kesempatan (opportunity…seringkali kesempatan itu hilang karena kita tidak punya akses), kesempatan untuk apa ? , kesempatan untuk menjadi greatest problem solving.

Kesempatan untuk menemukan penemuan-penemuan baru, kesempatan untuk bisa saling belajar, kesempatan untuk membuat hidup menjadi lebih baik, kesempatan untuk saling mengisi (khan kita mahluk sosial),kesempatan untuk lebih beriman (kalau hidup kita lebih baik,lalu kita bisa bersyukur…maka kita akan lebih beriman karena iman itu dibagi dua yaitu sabar dan bersyukur)

Cyberschool_21

Si fulan dari smp sudah memiliki tugas untuk merawat burung-burung ,ilik pamannya, pamannya memang hoby memilihara burung, pamannya begitu mengerti bagaimana memberi makan yang baik, melatih dan merawat burung, sehingga tidak heran burung-burungnya banyak yang menjadi juara bahkan sampai tingkat propinsi.

Yang tidak disadari si fulan ialah sesungguhnya si fulan sedang belajar bagaimana cara merawat burung untuk lomba dari ahlinya.

Cyberschool_04

Benefit of E-learning, Seperti di sebutkan diatas bahwa e-learning memberikan kemungkinan untuk membuat berbagai penemuan baru diberbagai bidang hasil dari penemuan-penemuan itu dapat dipatenkan, penemunya dapat menjadi konsultant, hasil penemuannya dapat dipublikasikan bahkan dapat di konversi menjadi saham jika digunakan pada bidang industri atau komersial, hasilnya dapat digunakan untuk pengembangan institusi dan e-learning agar dapat melakukan penemuan-penemuan baru lainnya.

Cyberschool_03

E-learning akan menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan secara global, awalnya mungkin kita berpikir bahwa kita hanya mengkoneksikan secara organisasi saja, tetapi sesungguhnya e-learning mengkoneksikan secara global

Cyberschool_06

Why google, Google tulus dalam memberikan productnya tanpa memasangkan iklan pada halamannya, tampilannya sederhana, jujur, no rasis,free, menyenangkan dan terus memperbaiki productnya menjadi baik dan lebih baik lagi, menjadi pemersatu didunia internet dengan memberikan sistem page rank yang fair.

Google sebuah institusi yang hampir tidak pernah drop, dengan sistem yang cukup baik.

cyberschool2 Aplikasi CMS berkembang demikian pesatnya, Aplikasi yang partial pun bertebaran tidak kalah hebatnya dengan fitur-fitur yang juga terus dikembangkan. Logika saya menganalogikan CMS seperti sebuah supermarket dimana barang yang kita butuhkan diletakkan di rak-rak dalam supermarket sesuai dengan kreteria tertentu, barang yang masuk kedalam supermarket tentunya harus mengikuti aturan supermarket tersebut entah kualitasnya atau kuantitasnya, mungkin juga ada syarat-syarat lainnya seperti harga misalnya. Aplikasi partial seperti di google play,google apps atau apps store milik apple saya analogikan mungkin seperti toko shibuya street atau ciwalk bandung, kalau kita butuh pakaian kita ketoko pakaian kalau di supermarket kita rak pakaian, kalau kita butuh minum kita ke kafe tapi kalau di supermarket kita ke rak minuman. Toko-toko ini bisa jadi lebih lengkap dibandingkan dengan rak disupermarket, pengembangannyapun tidak perlu terlalu kaku mengikuti aturan supermarket sehingga performancenya bisa terus dikembangkan tanpa terlalu kaku mengikuti berbagai rule. Tokonya pun bisa bermacam-macam, analoginya ada ratusan atau ribuan aplikasi google play atau apps store yang bisa digunakan sesuai kebutuhan kita, jadi kalau kita butuh kita bisa pasang tetapi kalau tidak dilepaskan saja. Ini juga bisa menjadikan aplikasi berjalan lebih cepat karena hanya menjalankan yang dibutuhkan saja. cyberschool3 Google Apps adalah aplikasi yang masih partial (menurut saya) tapi punya kemampuan yang cukup powerful, dengan menggunakan google apps kita tidak terlalu memikirkan infrastructure untuk penyimpanan, bandwidth, pengembangan aplikasi dan lain-lain, serahkan saja ke ahlinya (lebih tepatnya ke google). Kita bisa lebih fokus ke device disisi pengguna dan contents. Walaupun saya mendapatkan aplikasi ini secara gratis tetapi ini bukan aplikasi asal asalan, karena untuk fasilitas yang sama diversi bisnisnya aplikasi ini mencharge penggunanya sebesar 6 US$ perbulan /user

cyberschool4

Gambar diatas adalah fasilitas google apps yang bisa digunakan ….. Denga satu user account kita dapat menggunakan banyak fasilitas aplikasi yang ada di google, tergantung apa kebutuhan kita itu yang saya sebut sebagai definiton objective, definition objective ini perlu dibuatkan demand analysis nya artinya kebutuhan x sebaiknya pakai fasilitas apa di google dengan melihat staff resource (perlu tidak adanya staff yang membantu menghandle hal ini atau bisa langsung digunakan usernya kalau iya si  user perlu di beri pelatihan atau tidak…pelatihannya seperti apa, kemampuan yang harus dimiliki user seperti apa) lalu demand analysis untuk target groupnya seperti apa (contents,rule,activity,organization concept,media and technical) contents haruskah contents memiliki kaidah tertentu rule haruskah dibuat rule tertentu untuk para users didalam organisasi. misalnya tidak menggunakan email untuk urusan pribadi. Activity aturan penggunaan untuk aplikasi ini didalam organisasi, misalnya buat kelas, invite students, dead line tugas minimal 3 hari atau yang lainnya. Organization concept  bagaimana hirarki organisasi yang akan dibuat yang nanti akan berhubungan dengan rule. Misalnya google calendar pada top organization harus di include ke semua  user. Media and technical adalah bagaimana menggunakan fasilitas yang ada di google  dengan kemampuan yang harus dimiliki oleh tiap user.

Cyberschool_22

Cyberschool_19

 bersambung ya…nanti

 

SSO (single sign on) or (single sign out)


Sudah lama tidak menulis di blog ini, lagi tertarik dengan SSO,Setelah chat via hangout dengan Pak Emir…

SSO (Single-sign-on) adalah teknologi yang mengizinkan user agar dapat mengakses sumber daya dalam jaringan atau aplikasi hanya dengan menggunakan satu akun pengguna saja. SSO adalah Sebuah sistem authentifikasi terhadap user, dengan sekali login seorang user akan bisa mengakses beberapa aplikasi tanpa harus login di masing-masing aplikasi. Memiliki 2 bagian yaitu Single Sign On (login satu aplikasi, maka aplikasi lain yang didefinisikan ikut dalam SSO secara otomatis akan bisa diakses) dan Single Sign Out (log out di satu aplikasi, maka semua aplikasi yang didefinisikan ikut dalam SSO juga akan ikut logout secara otomatis). Untuk menggabungkan beberapa aplikasi dibutuhkan sebuah site atau web portal. Dengan adanya Web Portal yang menggunakan metode Single Sign On (SSO) ini, berarti setiap user hanya perlu memiliki satu username, satu password. Dan bila ingin mendapatkan layanan atau fasilitas di Web Portal, user ini hanya perlu login satu kali saja bisa dapat menggunakan semua fasilitas atau layanan aplikasi yang ada di dalam Web.

Kategori SSO

SSO untuk autentikasi Continue reading

Google Apps


googleappsed5GoogleAppsEd6

Google Apps for Education: ePortfolio and Formative Assessment Workflow

Sekolah dan Universitas dapat membuat account google apps dengan menggunakan nama domain sendiri, dimana mereka bisa memberikan berbagai akses keberbagai tool seperti GMail account, iGoogle portal, Google Groups for collaboration, and Pages, untuk membuat website, tiap user dapat menggunakan account GMail untuk mengaktifkan layanan google seperti GoogleDocs.
Dengan lebih dari 2 GB storage per account Gmail adalah email web-based or POP-mail dimana account pada email ini umumnya digunakan sebagai ID untuk applikasi google lainnya
Students have a portal with links to all of their Google files, applications plus other tools.
(discontinued by Google)

announcements
in Google Sites
Para pelajar bisa membuat blog sebagai bagian dari aktivitas belajar dan di refleksi dengan feedback via komentar yang merupakan bagian dari tool sebuah blog.
  Siswa dan guru memiliki ruang untuk mendiskusikan pekerjaan mereka
  Students create word processing, spreadsheet or presentation artifacts in GoogleDocs. All GoogleDocs files can be shared for collaboration with other students in collaborative projects, or with teachers for feedback.

  • Documents are the standard word processing files, where students can create online, or upload from an existing Microsoft Word or Open Office word processing file.
  • Spreadsheets are the standard spreadsheet applications which can be imported from an exisrting Microsoft Excel or Open Office spreadsheet file.
  • Presentations are the standard slide show application which can be imported from an existing Microsoft Powerpoint or Open Office presentation file. Other people can be sent the URL for the presentation, and they can view the presentation in real time.

Here is a short YouTube video about GoogleDocs that discusses the process. Here is a brief description of how to use Google Docs Spreadsheet to facilitate feedback from small group breakout discussions.

   Students store their video clips online to link into their Docs or Pages.(No longer available to individuals and schools – use Google Drive or YouTube)
   Students store their images in online albums. These could be scanned images or pictures taken with digital cameras.tudents store their images in online albums. These could be scanned images or pictures taken with digital cameras.
   Students have a tool to keep notes about their navigation on the WWW.(Discontinued by Google)
   Teachers can follow student work by subscribing to individual student blogs, docs, etc. (RSS feeds)
Here is a very clever YouTube video clip that explains RSS and uses the Google Reader as an example.
(Discontinued by Google)
   Teachers and other students provide feedback through the Share function, which is available in all three GoogleDocs applications. Comments are available in Documents (not in Presentations).

 

Students create presentation portfolios at different benchmarks to showcase their achievement of outcome, goals or standards. This tool is a web page creator, where students can link to different documents created in GoogleDocs or uploaded as another document type, such as PDF. There is a limit of 100 MB of uploaded files, which should be plenty of space, especially if images are stored in Picasa and videos are stored in YouTube.There is also no data management tool, to aggregate assessment data. There is not an interactivity feature to this program, such as found in a blog or wiki. Therefore, this tool would work for a presentation portfolio but not for formative or summative assessment.This tool has been discontinued by Google, replaced by Google Sites.Google Sites is Google’s version of a wiki, released in February 2008. Students could create presentation portfolios at different benchmarks to showcase their achievement of outcome, goals or standards. This tool is a web site creator, where students can embed different documents created in GoogleDocs or uploaded as another document type, such as PDF, or embed video (from Google Video or YouTube).The only data management tool is the GoogleDocs spreadsheet, to aggregate assessment data. There are lots of interactivity features to this program, such as the capability to subscribe to changes in sites or individual pages, or collaborate on pages in the same way as GoogleDocs. Therefore, this tool would work for both a presentation portfolio and for formative or summative assessment.


Internet marketing 3 (Google Adsense)


Pasang Adsense yuk..

Bagi yang mau coba2 ga ada salahnya untuk memasang Adsense di Blog Anda.Bila Anda mempunyai Blog di Blogger, sebenarnya memang untuk tujuan itulah si Empunya Hosting memberikan ruang hosting cuma-cuma, agar memasang Adsense untuk kepentingan bisnisnya. Khan Blogger sama Google saudara kandung.. he.. he..

Sebenernya apasih Google Adsense?
Google Adsense adalah salah satu Program Pay per Click dari Google, Sebelumnya Google telah membuat Google Adword, artinya bagi para pemilik website yang ingin websitenya nongol di halaman Google pemilik website dapat mewujudkannya dengan melakukan pendaftaran di Google Adword. Adapun metode pembayarannya, biaya advertising tergantung jumlah klik dari iklan yang di pasang oleh Google. Nah karena program ini ada maka terciptalah Google Adsense. Jadi kalo gampangnya si pemilik Website membayar ke Google nah Om Google yang baik hati akan memberikannya ke si pemasang Adsense. Bila kita sering melihat tulisan [ Ads by Google ] nah itulah penampakan asli dari Google Adsense. Ada yang di tempatkan di side bar ada yang di bawah banner kadang-kadang ada yang disembunyiin sehingga mirip sama halaman website.

Bagaimana cara mendaftar Google Adsense?
Anda bisa mendaftar Google Adsense dari tumbnail di side bar website ini. Nah Tips-tips bagi yang baru mau daftar Adsense antara lain

1. Kalau bisa website atau blog yang Anda daftarkan berbahasa Inggris. Saya sempat mendaftar Google Adsense dan karena memakai bahasa Indonesia… Eh ditolak..
Sadis emang.. Trus di coba lagi Alhamdulillah di terima. Kalo belum bisa bahasa Inggris copy paste dulu aja berita yang ada di Yahoo atau artikel-artikel gratis di internet.
2. Tulis data diri Anda dengan sebenar-benarnya dan jangan mempunyai lebih dari satu Account di Google. Sebab jangan sampai Anda di banned oleh Google.

setelah selesai mendaftar tunggulah dengan sabar, Google membutuhkan waktu kira-kira 2 hari untuk memeriksa dan mennerima aplikasi lamaran Anda. Bila diterima selamat. Jika tidak silahkan coba lagi.

Setelah diterima maka Anda dapat menggunakan Program Adsense antara lain Adsense for Content, Adsense for Search, Referrals.

Sekedar info, para pengguna GA kurang menyukai Adsense for Search karena kurang optimal, tapi bila ingin sekedar memasangnya di blog atau website Anda ya ga apa-apa sih.

Nah setelah mendapatkan kode Adsense melalui set up di Google. Pasanglah kode tersebut di template blog atau website Anda. Untuk melakukan ini setidaknya Anda mesti mempelajari kode-kode html terlebih dahulu. Gak sulit kok. Bila Anda pemakai Blogger saya rasa itu bukan hal yang sulit.

Berapa yang bisa Anda peroleh dari Google Adsense

Ini tergantung dari banyaknya jumlah klik yang Anda peroleh, Ada yang masih kecil ada juga yang sudah besar. Namun ada yang harus diketahui untuk pengguna Google Adsense pada tahun-tahun ini, bahwa Google lebih smart sekarang untuk meng-counter marketer yang membuat ribuan situs hanya untuk berpenghasilan dari Adsense.

Tapi Anda tidak usah kuatir bila Anda memang orang yang berniat untuk menghasilkan income dari Adsense Anda bisa menggunakan Authority Site yang di buat oleh AsianBrain. Dengan Authority Site anda dapat menghasilkan pendapatan Adsense seperti seorang anak STM yang mendapat penghasilan $120 dalam sebulan. Untuk melihat laporan keuangannya dapat dilihat di link berikut.

Bila Anda mencoba untuk menggunakan Blog untuk Adsense buatlah Blog Anda semenarik mungkin. Sehingga dengan banyaknya pengunjung banyak pula kemungkinan kita memperoleh klik. Dan terakhir jangan berbuat curang dengan mengklik Adsense Anda sendiri. Robot Search Engine Google lebih canggih dari yang Anda bayangkan. Yang bisa Anda lakukan adalah mengoptimalkan Website Anda, seperti meningkatkan content dan promosi agar semakin banyak traficc yang Anda dapatkan.

Selamat Bekarya….