Internetwork


Internetwork adalah gabungan dari berbagai jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan satu atau lebih perangkat jaringan, misalnya Router.

Router dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer karena setiap interface yang dimilikinya dapat digunakan untuk membentuk satu jaringan.

Jadi, Router yang memiliki dua interface dapat membentuk dua jaringan,  Router yang memiliki tiga interface dapat membentuk tiga jaringan, dst.

Berikut beberapa teknologi Internetwork: Continue reading

Advertisements

Ibadah


AYAT 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)

Semua dimensi kehidupan manusia seharusnya adalah ibadah

Jika di dalam al-Quran dan hadits terdapat perintah terhadap sesuatu, maka sesuatu itu adalah ibadah. Jika Allah dan RasulNya melarang sesuatu, maka meninggalkan sesuatu itu adalah ibadah.

Perintah Allah itu adalah menjadi sebab manusia berbuat atau beramal, dalam berbuat atau beramal yang harus diperkuat adalah sebabnya.

Ada sekian hal yang Allah lepas pada manusia untuk menjadi perintah sebab, semakin kuat sebabnya semakin dekat rahmat Allah, itu sebabnya kenapa seberat apapun urusan Rasullah itu yang diperkuat pertama kali oleh Rasullah adalah sebabnya.

perintah Allah baik yang bersifat Rububiyyah (rezeki, kekuasaan) biasanya ayatnya diawali kata yaa ayuhannas, maupun yang bersifat uluhiyah (ibadah) biasanya ayatnya yaa ayuhaladzina amanu.

ketika di dunia Ibadah adalah penyempurna perintah NYA untuk mendapatkan rahmat NYA. Jika kita sudah mendapatkan rahmat Allah maka ibadah itu merupakan karunia yang diberikan ke umat muslim.

Ketika di syurga Ibadah adalah karunia yang diberikan kepada umat Muslim untuk mendapatkan rahmat NYA, karena non muslim pasti tidak di syurga.

Jadi jika kita sudah disurga maka kita akan sangat bersyukur karena kita sudah diberikan karunia ibadah tersebut.

Ibadah harus dengan ilmu

54 % Muslim selalu shalat dan tidak pernah meninggalkan shalat

23 % Pernah meninggalkan shalat kadang-kadang

9,6 % yang selalu mengaji

15 % sering mengaji

karena ilmu itu adalah pintu orang menjadi benar, maka setan lebih fokus ke orang yang mengaji.

orang yang tobatnya diujung seringkali mengabaikan perkara-perkara sederhana yang mendasari perkara pokok.

  1. belajar najis diabaikan karena fokus belajar shalat.
  2. belajar wudhu diabaikan, fokus ke khusyu shalat

 

Tauhid


A.Pengertian Rubûbiyyah Dan Ulûhiyyah Serta Ayat-ayat Yang Berkenaan Dengannya

Rubûbiyyah adalah bahasa Arab yang kata dasarnya terdiri atas huru-huruf “râ-bâ” yang mempunyai beberapa arti dasar sebagai berikut: “Ishlâhu al-Syay’i wa al-Qiyâmu ‘alayh” (memperbaiki sesuatu dan menjaganya). Di sini kata “al-Rabb” berarti al-Mâlik” (pemilik), “al-khâliq” (pencipta), dan “ash-Shâhib “(yang empunya).

Kata “al-Rabb” diartikan dengan memperbaiki sesuatu, seperti dalam kata: “rabba fulânun dhay’atah” (si Anu memperbaiki  pekarangannya). Kalimat ini diungkapkan apabila orang tersebut menjaga perbaikan pekarangannya.

Kata “al-Rabb” digunakan untuk Allah Swt., karena dia memperhatikan kebaikan hal ihwal makhluk-Nya. Sedangkan kata “ribbiy” berarti orang yang mengenal “al-Rabb”. Kata “al-rabỉb” berarti anak tiri laki-laki atau “al-rabỉbah” berarti anak tiri perempuan. Kata “al-rabb” berarti orang yang mengurusi anak tiri.

Selanjutnyan, “luzûm al-syay’i wa al-Iqamah ‘alayh” (melazimi sesuatu dan mengawasinya). Pengertian ini masih sesuai dengan arti dasar yang pertama, yaitu untuk menjaga kebaikan dan perbaikan sesuatu, harus diadakan pengawasan dan konsisten. Orang dapat mengatakan kalimat berikut: “Arabbat al-Sahâbah bi hadzih al-Baldah” (awan selalu melindungi negeri ini). Kalimat ini diungkapkan apabila awan itu selalu ada. Termasuk dalam arti yang kedua ini, ungkapan: “al-Syâh al-Rubbâ” (kambing yang dikurung di rumah untuk diambil air susunya, apabila kambing itu menetap di rumah). Frasa ini dapat pula berarti kambing yang baru melahirkan yang memelihara anaknya.

Continue reading

Hujan sebagai analogi rizki


Hujan

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi?” (QS. Fathir: 3)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.” (QS. Saba’: 24)

Bahwa rezeki bisa dari langit dan dari bumi,

rezeki dari langit :

  • Hujan
  • Besi, emas, dan logam lainnya berdasarkan penelitian besi berasal dari luar angkasa, ketika meteor menabrak bumi jutaan tahun yang lalu
  • Frekuensi, pengunaan frekuensi saat ini juga merupakan rezeki
  • Atau mungkin masih banyak rezeki lain diatas sana, diplanet-planet diluar angkasa

rezeki dari bumi :

  • Tumbuhan
  • Minyak bumi
  • Hasil tambang
  • Atau mungkin masih banyak rezeki lain dibawah sana, karena masih banyak yang belum di eksplore dibawah bumi

Ibadah manusia sesungguhnya adalah untuk memancing rahmat Allah, Ibadah adalah penyempurna perintah Allah untuk mendapatkan rahmat, perintah Allah baik yang bersifat Rububiyyah (rezeki, kekuasaan) maupun yang bersifat uluhiyah (ibadah).

Continue reading

Ramadhan


Doa rasulullah kepada keponakannya Ibnu Abbas :
اللهم فقهه فى الدين و علمه التاءويل
Ya Allah, fahamkanlah ia (ibnu abbas) dalam semua permasalahan agama, dan berikanlah ia ilmu untk bisa menta’wilkan (tafsirkan al qur’an)

Ketika berdoa bisa menggunakan isim domir nahnu ma’al ghoir :

اللهم فقهنا فى الدين وعلمنا التاءويل
Allahumma faqqihna fiddin wa ‘allimnat ta’wil

Ya Allah, fahamkanlah kami dalam semua permasalahan agama, dan berikanlah kami ilmu bisa menta’wilkan (menafsirkan al qur’an)⁠⁠⁠⁠

Ayo siap2 meraih malam penetapan Allah, malam penuh berkah, diawali dari maghrib sampai subuh, detik demi detik sama waktunya semua diberkahi Allah,
Carilah maka akan dapat lailatul qadar
Ayo :
– i’tikaf
– baca al-qur’an
– ngaji tentang kajian islam
– banyakin doa
Allahumma innaka afuwwun kariim tuhibbul afwa fa’fu ‘anni
اللهم انك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
Allahumma inna nas-aluka ridhoka wal jannah wa na’udzubika min sakhotika wan naar
اللهم انا نسالك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخطك و النار

Plan(review) Vs. Actual Plan


Dalam analisis akuntansi dan keuangan, perbedaan antara rencana dan aktual disebut varians.
varian dapat memiliki nilai positif (baik) atau negatif (buruk).

Positif Varian

  • Jika selisihnya sebagai angka positif.
  • Jika Anda menjual lebih dari yang direncanakan, itu positif. Jika keuntungan lebih tinggi dari yang direncanakan, itu positif juga. Jadi untuk penjualan dan keuntungan, varians adalah hasil aktual dikurangi nilai yang direncanakan.
  • Untuk biaya dan pengeluaran, pengeluaran yang kurang dari yang direncanakan positif, jadi varians positif berarti jumlah sebenarnya kurang dari jumlah yang direncanakan. Untuk menghitungnya, kurangi biaya yang direncanakan dengan hasil aktual dari biaya

Negatif Varian

  • Jika selisihnya sebagai angka negatif.
  • Bila penjualan atau keuntungan kurang dari yang direncanakan, itu negatif. Anda menghitung varians pada penjualan dan keuntungan dengan mengurangi hasil aktual dengan nilai rencana.
  • Bila biaya atau pengeluaran lebih dari yang direncanakan, itu juga negatif. Sekali lagi, Anda mengurangi nilai yang direncanakan dengan hasil aktual  .

Contoh sales varian

sales-variance-analysis

contoh expenses varian

expense-variance-analysis.jpg

Analyzing the Marketing Expense Case

Continue reading

77 Cabang Iman


Al Imam Abu Bakar Al Baihaqy Rahimahullah telah menyebutkan tujuh puluh tujuh (77) cabang IMAN, secara ringkas cabang-cabang IMAN tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Iman kepada Allah Azza wajalla
  2. Iman kepada para Rasul Alaihissholatu wassalam
  3. Iman kepada kepada para Malaikat
  4. Iman kepada Al Qur’an Al Karim dan seluruh kitab yang diturunkan
  5. Iman kepada taqdir, apakah itu baik atau buruk berasal dari Allah Azza wajalla
  6. Iman kepada hari akhir
  7. Iman kepada kebangkitan setelah kematian
  8. Iman kepada pengumpulan seluruh manusia di padang mah-syar setelah dibangkitkan dari kuburannya
  9. Iman bahwasanya kampungnya orang-orang beriman adalah surga dan kampungnya orang-orang kafir adalah neraka
  10. Iman kepada wajibnya mencintai Allah Azza wajalla
  11. Iman terhadap wajibnya takut kepada Allah Azza wajalla
  12. Iman terhadap wajibnya penuh harap kepada Allah Azza wajalla
  13. Iman terhadap wajibnya tawakkal kepada Allah Azza wajalla
  14. Iman kepada wajibnya mencintai Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam
  15. Iman kepada wajibnya mengangungkan, memuliakan dan menghormati Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam dengan tidak melampaui batas
  16. Kecintaan seseorang terhadap agamanya sehingga dia lebih mencintai dilemparkan ke dalam api dari pada kufur
  17. Menuntut ilmu, yaitu mengenal Allah Subhanahu wata’ala, mengenal agama-Nya dan mengenal Nabi-NyaShollallahu ‘alaihi wasallam, dengan berdasarkan dalil
  18. Menyebarkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain
  19. Mengangungkan Al Qur’an Al Karim; dengan mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasannya, hukum-hukumnya, ilmu halal dan haramnya, serta memuliakan ahlinya dan dengan menghafalnya.
  20. Bersuci dan menjaga serta memperhatikan wudhu
  21. Menjaga dan memperhatikan sholat lima waktu
  22. Menunaikan zakat
  23. Puasa; wajib dan sunnah
  24. I’tikaf -berdiam di masjid-
  25. Haji
  26. Jihad di jalan Allah Azza wajalla
  27. Ribath -menjaga wilayah perbatasan- di jalan Allah Azza wajalla
  28. Bertahan menghadapi musuh dan tidak lari meninggalkan medan perang
  29. Membayar seperlima dari ghanimah -rampasan perang- kepada imam, atau penggantinya bagi yang memperoleh ghanimah
  30. Memerdekakan budak dengan bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wajalla
  31. Membayar kaffarah -tebusan- yang wajib karena kejahatan -pidana-; Kaffarah dalam Al Qur’an dan Assunnah ada empat :
    1. Kaffarah pembunuhan
    2. Kaffarah dzhi-har
    3. Kaffarah sumpah
    4. Kaffarah berhubungan suami istri pada saat puasa ramadhan
  32. Menunaikan, memenuhi seluruh akad [perjanjian yaitu apa saja yang Allah halalkan, haramkan, dan wajibkan serta seluruh batasan-batasan di dalam Al Qur’an]
  33. Menyebut-nyebut dengan pujian akan ni’mat Allah Azza wajalla, dan apa saja yang wajib disyukuri
  34. Menjaga lisan dari perkataan yang tidak dibutuhkan
  35. Menjaga amanah, dan wajib menunaikannya kepada yang berhak -pemiliknya-
  36. Haramnya membunuh jiwa dan berlaku hukum tindak pidana kejahatan atasnya
  37. Haramnya kemaluan -zina- dan wajibnya menjaga kehormatan
  38. Mengepalkan tangan -tidak menyentuh- harta haram; termasuk didalamnya : haramnya mencuri, merampok, memakan suap -sogok-, dan memakan apa saja yang secara syar’i bukan haknya.
  39. Wajibnya wara’ -menahan diri- dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi apa saja yang tidak halal dari makanan dan minuman tersebut
  40. Meninggalkan pakaian dan mode serta perabot yang diharamkan dan makruh
  41. Haramnya permainan-permainan dan hiburan-hiburan yang bertentangan dengan syariat
  42. Sederhana -hemat- dalam nafkah -belanja- dan haramnya memakan harta dengan cara yang batil
  43. Meninggalkan dendam dan dengki serta iri dan hasad
  44. Haramnya -menjatuhkan- kehormatan orang lain, dan wajibnya meninggalkan apa saja yang menjatuhkan kehormatan orang lain
  45. Beramal Ikhlas hanya karena Allah Azza wajalla, dan meninggalkan riya’
  46. Senang dengan kebaikan dan sedih dengan keburukan
  47. Mengobati setiap dosa dengan taubat nashu-hah
  48. Menyembelih Qurban, dan intinya adalah : Al Hadyu, Al Udhiyah dan Aqiqah
  49. Taat kepada Ulil Amri
  50. Berpegang teguh dengan Al Jama’ah
  51. Menetapkan keputusan hukum diantara manusia dengan adil
  52. Amar Ma’ruf dan Nahi Mungkar
  53. Saling tolong menolong diatas kebaikan dan taqwa
  54. Malu
  55. Berbakti kepada kedua orang tua
  56. Silaturahmi
  57. Akhlaq yang baik
  58. Berbuat baik kepada budak
  59. Hak Tuan yang wajib ditunaikan oleh budaknya
  60. Menegakkan hak-hak anak dan keluarga lainnya
  61. Dekat kepada ahli agama, mencintai mereka, menebarkan salam dan berjabat tangan dengannya
  62. Menjawab salam
  63. Menjenguk orang sakit
  64. Menyolati jenazah ahlul qiblat -kaum muslimin-
  65. Mendoakan orang yang bersin -jika mengucapkan “Alhamdulillah”-
  66. Menjauhi orang-orang kafir dan pembuat kerusakan serta tegas terhadap mereka
  67. Memuliakan tetangga
  68. Memuliakan tamu
  69. Menutupi -aib- para pelaku dosa
  70. Sabar terhadap musibah serta dari segala sesuatu yang dicabut dari jiwa berupa kelezatan dan kesenangan
  71. Zuhud dan pendek angan-angan -dalam masalah dunia-
  72. Cemburu dan tidak membiarkan anak atau istrinya bercampur baur dengan lelaki lain
  73. Berpaling dari sikap ektrem -melampaui batas-
  74. Dermawan dan murah hati
  75. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua
  76. Mendamaikan antara dua orang yang bertikai
  77. Seseorang mencintai bagi saudaranya yang muslim apa yang dia cintai bagi dirinya, dan tidak senang ada pada saudaranya sesuatu yang dia tidak senangi bagi dirinya, termasuk dalam hal ini adalah : menyingkirkan gangguan di jalanan, sebagaimana yang di-isyaratkan dalam hadits sebelumnya.

Referensi :
Syu’ab Al Iman karya Al Imam Abu Bakar Al Bayhaqi (Wafat 458H)
Aqidah Al Muslim fie Dhou’ Al Kitab was Sunnah karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qoh-thony