Hukum wanita bekerja


“Menjelang terjadinya hari kiamat,salam hanya khusus diucapkan kepada orang-orang tertentu.Dan menyebarnya perdagangan hingga seorang wanita menyertainya suaminya dalam berdagang”
HR.Ahmad

Mencari nafkah yang halal bagi para wanita itu hukumnya sekedar MUBAH BERSYARAT KETAT.


Syaratnya adalah :

  1. Tidak ikhtilat,
  2. Tidak safar tanpa mahram,
  3. Tidak menjadikannya melalaikan kewajibannya yang utama sebagai istri dan ibu.
  4. Pekerjaan yang dilakukan adalah memang pekerjaan yang sudah seharusnya hanya dilakukan oleh wanita saja, seperti bidan dll.


Jika wanita yang ‘terpaksa’ mencari nafqah itu memang benar-benar tidak memiliki suami/ ayah/ penanggung nafqah atas dirinya atau para walinya berlepas diri atas kewajiban mereka kepadanya, maka dirinya berhak mendapatkan bantuan dari baitul mal ataupun dari zakat dan infaq muslimin.

Kemungkinan Resiko wanita bekerja :
1. Berkurang rasa malu.
2. Berkurang dalam menjalankan kewajibannya.
3. Berpotensi merusak qowwam (kepemimpinan) suami
4. Rentan maksiat dan hubbuddunya(cinta dunia).

note Kemungkinan Resiko wanita bekerja :
1. Al Ahzab 33
2. HR. Bukhari 893 dan Muslim 1829
3. QS al- Nisa’ : 34
4. Huud : 15 – 16

Sering sebagian wanita mengatakan, jika ingin wanita yang sholehah maka jadikanlah sholeh prianya dulu. Tetapi yang tidak boleh dilupakan adalah pria terlahir dari wanita. Maka sholehah kanlah diri para wanita, maka kelak akan terlahir pria wanita yang baik.

Oleh karena itu, tinggi kedudukan wanita sebagai tiang negara karena tugas tanggung jawab wanita yang harus mampu melahirkan mendidik anak pria dan wanita agar cinta akherat. Jika tidak maka fungsi Wanita sebagai ibu, sebagai madrasah, sebagai Penghias dunia, sebagai tiang negara mungkin sulit dilaksanakan. Dan jika wanita seperti itu, maka bagaimana wanita mendapat syurga, padahal Syurga berada di bawah telapak kakinya.

Cerita perang uhud pun punya hikmah yang bisa diambil dimana setiap pasukan punya tugas masing-masing yang begitu penting, ketidak patuhan pasukan pemanah untuk tetap ditempatnya hanya karena tergoda ghonimah menyebabkan kekalahan pada perang tersebut.
suami istripun punya tugas masing-masing, jika salah satunya pergi karena tergoda urusan dunia, maka kemungkinan “rumah tangganya kalah” pun cukup besar.

Cerita tentang Aisyah yang begitu sangat menyesali karena terlibat dalam perang jamal (waq’at jamal) dan mengulang-ulang membaca Al ahzab 33.

Aisyah,hafsah dan um salamah serta rombongan, setelah selesai berhaji akan langsung kembali ke madinah, sebelum kemudian diberitahu tentang terbunuhnya khalifah utsman bin affan dan ali sebagai penggantinya. Berita ini tampaknya tidak disertai penjelasan mengenai duduk perkara yang sebenarnya.Berita  yang disampaikan kepada aisyah mungkin sudah berubah warna dan sudah dibumbui dengan berbagai agitasi politik, sehingga membuat aisyah sangat marah. ketika itu juga ia berserta 2000 rombongan kembali ke mekkah.

Di mekkah ada beberapa pengikut usman yang melarikan diri seperti  marwan bin hakam(sepupu dan sekretaris khalifah) , walid bin uq’bah (wakil usman di kufah), yala bin ummayah (wakil usman di yaman), sa’id bin as bin ummayyah(kerabat usman) dan yang lainnya yang mungkin juga ikut memanas-manasi keadaan.

Aisyah berbicara pada ratusan orang di masjidil haram, dibalik tirai, menuntut bela atas kematian usman apalagi karena pembunuhan tersebut dilakukan ditanah suci dan di bulan suci.

Aisyah memutuskan untuk ke basrah (kota di tenggara irak), pada mulanya Hafsah ummulmukminin bersama rombongan tersebut, tetapi saudaranya Abdullah bin umar bin khattab mengingatkan agar jangan ikut.

Aisyah berhasil menguasai kota basrah dan menahan usman bin hunaif (gubernur basrah). Ali pun datang ke basrah, pertempuran pun terjadi dengan korban diperkirakan 10.000 – 20.000 termasuk mereka yang tergolong dalam al-asyarah al-mubasysyarah.

Ali berhasil memenangi pertempuran, ia memberi amnesti umum kepada semua mereka yang terlibat memeranginya dan berkata ‘saya memperlakukan penduduk basrah seperti Rasullah sallallahu alaihi wasallam memperlakukan penduduk mekkah”

Ali mendoa kan ampunan Allah kepada aisyah, yang dijawab aisyah dengan mendoa kan yang sama untuk ali.

Ali meminta kepada muhammad bin Abu bkr adiknya aisyah, untuk membawa kakaknya kembali ke madinah, sementara ali menyiapkan perjalanan tersebut, aisyah tinggal beristirahat di rumah keluarga abdullah bin khalaf.

Ali menyiapkan 40 orang perempuan Basrah yang terpandang,termasuk prajurit perempuan,mereka mengenakan seragam laki-laki dengan persenjataan lengkap untuk mengantar ke madinah di dalamnya turut serta pula dua anak ali.

Melihat persiapaan yang dilakukan ali, aisyah berkata “Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada ali, semoga Allah membalasnya dengan surga, Anak-anakku, janganlah kalian saling menyalahkan satu sama lain.Apa yang terjadi antara saya dan ali dahulu tak lebih hanya antara seorang perempuan dengan menantunya, dan sekarang tak ada masalah …”. Ali membalas ucapan tersebut “Semua terjadi hanya waktu itu saja. Dia adalah istri nabi kita, di dunia dan di akhirat”.

Aisyah merasa sedih karena terlibat dalam insiden unta itu, ia merasakan kesedihan dan penyesalan, ia sering mengulang bacaan ” …Dan tinggalah di rumah kamu dengan tenang…” (Al ahzab:33), “sekiranya aku tahu akan terbawa sampai sejauh ini, aku tidak akan melibatkan diri…..sekiranya aku mati saja dua puluh tahun sebelum peristiwa ini…atau sekiranya aku tidak terlibat dalam insiden unta tersebut,aku lebih senang dari pada mendapatkan sepuluh anak laki-laki dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam”.Hal yang samapun dirasakan oleh ali dengan mengatakan “sekiranya aku tahu akan terbawa sampai sejauh ini, aku tidak akan melibatkan diri…..sekiranya aku mati saja dua puluh tahun sebelum peristiwa ini” sama seperti yang diucapkan aisyah.

Hikmah dari cerita aisyah adalah bahwa tinggal dengan tenang dirumah bagi seorang muslimah adalah melindungi dirinya dari berbagai fitnah.

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s