Mubazir


AL ISRAA’ (Memperjalankan di malam hari )

17_26

waaati dzaa alqurbaa haqqahu waalmiskiina waibna alssabiili walaa tubadzdzir tabdziiraan

[17:26] Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

17_27

Inna almubadzdziriina kaanuu ikhwaana alsysyayaathiini wakaana alsysyaythaanu lirabbihi kafuuraan

[17:27] Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Adapun dampak buruk perilaku boros adalah uang yang dimiliki cepat habis karena biaya hidup yang tinggi, menjadi budak hobi (nafsu) yang bisa menghalalkan uang haram, malas membantu yang membutuhkan dan beramal shaleh, dan selalu sibuk mencari harta untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, dampak buruk perilaku boros ini dapat menimbulkan menimbulkan sifat kikir, iri, dengki, suka pamer, anggota keluarga terbiasa hidup mewah tidak mau jadi orang sederhana, bisa stress atau gila jika hartanya habis, terlilit hutang besar yang sulit dilunasi, sumber daya alam yang ada menjadi habis, tidak punya tabungan untuk saat krisis

 

Jauhi sifat setan
Menjauhi sifat setan berarti menjauhi diri dari sifat “mubazzir” dalam perbelanjaan, makan-minum, dan lain-lain baik dalam keadaan tertentu seperti belanja saat berada di tanah suci, menjelang hari raya (fitri dan adha), maupun di waktu lainnya, karena perbuatan mubazir adalah satu perbuatan yang amat dibenci oleh Allah. Mubazir itu perbuatan setan. Perilaku mubazir akan mengurangkan amalan sedekah. Padahal amalan sedekah akan mendapat ganjaran pahala yang besar dari sisi Allah swt, serta akan membuka berpuluh puluh pintu kebaikan dan rezeki.

Berupayalah menjadi hamba Allah yang pemurah dan hemat belanja dan tidak boros. Amalkanlah tuntunan Allah dalam Alquranul Karim, surat al Furqan ayat 67, “dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s