data model


Data_Structure_Diagram

A. CDM (Conceptual Data Model) :
– Model yang dibuat berdasarkan anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi obyek-obyek dasar yang dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-entitas itu.
Biasanya direpresentasikan dalam bentuk Entity Relationship Diagram.

Model data konseptual merupakan sebuah model pendekatan secara konsep sebelum dikonversi menjadi model data fisik yang telah berkaitan dengan tujuan basis data tertentu.

Skema konseptual atau model data konseptual adalah sebuah peta konsep dan hubungan mereka yang digunakan pada sebuah database. Ini menjelaskan semantik dari suatu organisasi dan merepresentasikan serangkaian pernyataan tentang sesuatu secara alami. Secara khusus, ia menjelaskan hal-hal penting bagi sebuah organisasi (entitas), bagaimana  untuk mengumpulkan informasi, dan karakteristiknya (atribut) dan hubungan antara pasangan atau hal penting (relation).

Pada perancangan model konseptual akan menunjukan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan oleh organisasi. Pendekatan yang dilakukan pada perancangan model konseptual adalah dengan menggunakan model data relational.

Pada perancangan model konseptual menyediakan konsep yang sesuai dengan persepsi pemakai yang memandang datanya.

Karena skema konseptual mewakili semantik dari suatu organisasi, dan bukan desain database, mungkin akan ada beberapa variasi pada tingkat abstraksi.  arsitektur empat skema dimulai dengan serangkaian skema eksternal yang masing-masing mewakili pandangan seseorang tentang dunia di sekitar dia. Ini dikonsolidasikan ke dalam skema konseptual tunggal yang merupakan superset dari semua pandangan-pandangan eksternal. Sebuah model data dapat sekonkret perspektif masing-masing orang, tapi ini cenderung membuatnya fleksibel. Jika terjadi perubahan pada dunia orang itu, maka modelpun harus berubah. Model data konseptual mengambil perspektif yang lebih abstrak, mengidentifikasi hal-hal yang mendasar, dimana hal individu berurusan hanya dengan contoh.

Example relationships

  • Each PERSON may be the vendor in one or more ORDERS.
  • Each ORDER must be from one and only one PERSON.
  • PERSON is a sub-type of PARTY. (Meaning that every instance of PERSON is also an instance of PARTY.)
  • Each EMPLOYEE may have a supervisor who is also an EMPLOYEE.

Manfaat Penggunaan CDM dalam perancangan database :
– Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasan
– Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis.

B. PDM (Phsical Data Model)
Merupakan model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antara data-data tersebut. Setiap tabel mempunyai sejumlah kolom di mana setiap kolom memiliki nama yang unik.

Perbedaan CDM dan PDM :
CDM : perancangan  basis data yang berdasarkan pengumpulan data dan analisis.
Pembuatan CDM adalah suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database. Tipe data bersifat general dan tidak spesifik.

PDM : Perancangan database secara fisik
Tipe data bersifat lebih khusus dan spesifik.  Perancangan PDM merupakan representasi fisik / sebenarnya dari database.

Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
~ Internal/Physical Level : (yang dapat direpresentasikan dengan PDM) berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage)
~ External /View Level : berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user.
~ Conceptual/Logical Level : (yang dapat direpsesentasikan dengan CDM) yang menghubungkan antara internal & external level

Jenis-jenis objek dalam CDM :
– Entity
– Relationship
– Inheritance
– Association

Jenis-jenis objek dalam PDM :
– Table
– View
– Reference

C. SEMANTIK MODEL

Merupakan model data berbasis objek yang tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata-kata dalam menggambarkan relasi antar objeknya, tetapi hampir mirip dengan ER – Model

Apotik sebagai suatu enterprise yang memiliki 3 objek dasar yaitu Obat, Resep dan Pasien dan diantara ke tiga objek tersebut telah digambarkan dengan jelas adanya relasi / hubungan antara ketiga objek yang dinyatakan dalam bentuk kata contohnya dari gambar diatas antara lain terdapat pada kata :

1. Menyediakan : menunjukan relasi antara Apotik dengan Obat (Apotik melayani / menyediakan penjualan obat)

2. Melayani Penukaran : menunjukan relasi antara Apotik dengan Resep ( Apotik melayani penukaran Resep ). Jadi kesimpulan dari gambar diatas adalah penggambaran relasi antara apotik yang menyediakan obat dan melayani penukaran Resep dari pasien untuk ditukar dengan obat sesuai dengan keterangan yang ada dalam resep tersebut.Semantik Model

contoh 2:

semantik

D. MODEL DATABASE JARINGAN (Network Database Model)
Model database jaringan merupakan pengembangan dari model database hirarki, dimana kelemahan yang ada pada model database hirarki yaitu ketidak mampuannya dalam mengelola hubungan banyak ke banyak (Many to Many) telah dapat diatasi dengan model database jaringan ini.
Dalam model ini, data di representasikan sebagai koleksi record dan hubungan antar record direpresentasikan sebagai pointer, Oleh karena itu, model database jaringan mampu menyatakan hubungan :

  • Satu ke Satu (One To One, 1 : 1), satu orang tua punya satu anak.
  • Satu ke Banyak (One To Many, 1 : M) Satu orang tua punya beberapa anak,
  • Banyak ke Banyak (Many To Many, N : M), beberapa anak punya beberapa orang tua.

Kelemahan basis data jaringan:

  • Struktur basis datanya tidak mudah untuk dilakukan modifikasi
  • Perubahan struktur basis data yang telah didefinisikan akan mempengaruhi program aplikasi yang mengakses basis data
  • User harus memahami struktur basis data
Kelebihan basis data jaringan:
  • Data lebih cepat diakses
  • User dapat mengakses data dimulai dari beberapa tabel
  • Mudah untuk memodelkan basis data yang komplek
  • Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data.

MODEL JARINGAN

contoh 2

MODEL JARINGAN 2

contoh 3

MODEL JARINGAN 3

E. Model Database Hirarki (Hierarchical Database Model)

Model database hirarki disebut juga model pohon, karena hubungan antar simpul digambarkan seperti struktur pohon (tree-structured) yang dibalik dengan pola hubungan orang tua – anak (parent – child). Simpul yang paling atas disebut akar (root) dan paling bawah disebut daun. Setiap simpul digambarkan dengan lingkaran atau kotak. Simpul yang berada di atas simpul lainnya disebut orang tua, sedangkan yang berada dibawahnya di sebut anak, dimana seorang orang tua bisa mempunyai satu anak (jenis hubungan satu ke satu, one to one) atau mempunya beberapa anak (jenis hubungan satu ke banyak, one to many). Tapi satu anak hanya boleh punya satu orang tua (jenis
hubungan satu ke satu, one to one).

Keuntungan hirarki model :Integritas data mudah dilakukan pengaturan
Kelemahan hirarki model : Terjadi redudansi data

Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

hirarki hirarki 2

E. MODEL DATA RELATIONAL

Pengertian Model Data Relasional

Model Relasional merupakan model data yang paling banyak digunakan saat ini. Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang sederhana dibandingkan dengan model jaringan/network atau model hirarki. Bentuk yang sederhana ini membuat pekerjaan seorang programmer menjadi lebih mudah, yaitu dalam melakukan berbagai operasi data (query, insert, update, delete, dan lainnya).

Model Data Relasional adalah model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi,  yang terdiri dari baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.

Model Data Relasional Dimana  data  serta  hubungan  antar  data  direpresentasikan oleh  sejumlah  tabel  dan  masing-masing  tabel  terdiri  dari beberapa  kolom  yang  namanya  unique.  Model  ini berdasarkan  notasi  teori  himpunan  (set  theory),  yaitu relation.

MODEL relational

Keuntungan Model Data Relasional

  1. Bentuknya sederhana sehingga mudah dalam penggunaannya.
  1. Mudah melakukan berbagai operasi data (query, update/edit, delete).

Istilah-istilah dalam Model Data Relasional :

Relasi

yaitu sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.

Atribut

yaitu kolom pada sebuah relasi.

Tupel

yaitu baris pada sebuah relasi.

Domain

yaitu kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut

Derajat

yaitu jumlah atribut dalam sebuah relasi (jumlah field)

Cardinality

yaitu jumlah tupel dalam sebuah relasi (jumlah record)

Relational Key

Super key

Satu/kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel di dalam relasi (satu atau lebih field yang dapat dipilih untuk membedakan antara 1 record dengan record lainnya).

Candidate key

Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik  (super key dengan jumlah field yang paling sedikit)

Primary key

Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tupel secara unik dalam relasi

Alternate key

Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key

Foreign key

Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa

Relational Integrity Rules

Null

Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut

Entity Integrity

Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.

Referential Integrity

Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan.

Bahasa Pada Model data Relasional

Menggunakan bahasa query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi, yang terbagi 2 yaitu :

a. Bahasa Query Formal

Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis.

Terbagi 2, yaitu:

a. Prosedural, yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya.

Misal : Aljabar Relasional , yaitu dimana query diekspresikan dengan cara menerapkan operator tertentu terhadap suatu tabel / relasi.

b. Non Prosedural, yaitu pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya.

Misal : Kalkulus Relasional, dimana query menjelaskan set tuple yang diinginkan dengan cara menjelaskan predikat tuple yang diharapkan.

Terbagi 2 :

  1. Kalkulus Relasional Tupel
  2. Kalkulus Relasional Domain

b. Bahasa Query Komersial

Bahasa Query yang dirancang sendiri oleh programmer   menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly).

Contoh :

  • QUEL, berbasis bahasa kalkulus relasional
  • QBE, berbasis bahasa kalkulus relasional
  • SQL, berbasis bahasa kalkulus relasional dan  aljabar relasional

Sumber referensi :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s