Manajemen memory


Alokasi Memori Berurutan (Contiguous Allocation)

  • Pada alokasi memori berurutan, setiap proses menempati satu blok tunggal lokasi memori yang berurutan.
  • Kelebihan : sederhana, tidak ada rongga memory bersebaran, proses berurutan dapat dieksekusi secara cepat.
  • Kekurangan : memori boros, tidak dapat disisip apabila tidak ada satu blok memori yang mencukupi

Alokasi Memori Tak Berurutan (Non Contiguous Allocation)

  • Program/proses ditempatkan pada beberapa segmen berserakan, tidak perlu saling berdekatan atau berurutan. Biasanya digunakan untuk lokasi memori maya sebagai lokasi page-page.
  • Kelebihan : sistem dapat memanfaatkan memori utama secara lebih efesien, dan sistem opersi masih dapat menyisip proses bila jumlah lubang-lubang memori cukup untuk memuat proses yang akan dieksekusi.
  • Kekurangan : memerlukan pengendalian yang lebih rumit dan memori jadi banyak yang berserakan tidak terpakai.

Terdapat dua macam pemilahan

  1. Berpilah suku (paging)

Informasi atau pekerjaan di dalam memori dukung dipilah ke dalam sejumlah suku (page), dan memori kerja dipilah kedalam sejumlah rangka (frame)

  1. Berpilah segmen (segmentasi)

Pilahan yang ukuran segmen disesuaikan dengan isi segmen Salah satu macam pemilahan gabungan suku dan segmen adalah pemilahan suku bersegmen, dimana suku dikelompokan ke dalam sejumlah segmen.

 

Pemindahan proses dari memori utama ke disk dan sebaliknya disebut swapping.
2. Manajemen memori berdasarkan keberadaan :

  •  Dengan Swapping ( tanpa pemindahan citra/gambaran proses antara memori utama dan disk selama eksekusi)
  • Tanpa Swapping ( dengan memindahan citra/gambaran proses antara memori utama dan disk selama eksekusi)

3. Manajemen memori Tanpa Swapping terdiri dari
a. monoprogramming.

  • Embedded system (mikro controller) –> untuk mengendalikan alat agar bersifat intelejen dlm menyediakan satu fungsi spesifik contoh intel 8051
  • Proteksi pada monoprogramming sederhana –> menggunakan boundary register

 

Organisasi File –> Terdapat enam organisasi dasar, kebanyakan organisasi file sistem nyata termasuk salah satu atau kombinasi kategori-kategori ini. Enam organisasi atau pengaksesan dasar adalah sebagai berikut :
1. File pile (pile).

Data dihimpun dengan urutan kedatangan data. Record-record terdiri dari field-field yang berbeda atau field-field yang mirip dalam urutan yang berbeda, sehingga dapat dikatakan tidak terstruktur. Jika ingin mencari suatu record yang terdiri dari field khusus dengan nilai yang khusus, maka dibutuhkan pengujian pada setiap record didalam pile (tumpukan) sampai record yang dicari ditemukan atau keselurahan file sudah diperiksa. Metode ini digunakan ketika data tidak mudah di organisasikan dan ketika data dikumpulkan dan disimpan sebelum proses.
2. File sekuen (sequential file).

Metode ini adalah metode yang paling umum digunakan pada metode ini record-record menggunakan format yang sudah ditentukan. Semua record mempunyai panjang yang sama, terdiri dari field-field dengan panjang yang sama dan jumlahnya sama dalam urutan yang khusus.
3. File sekuen berindeks (indexed-sequential file).

Metode ini adalah perbaikan dari metode sequential. Metode ini  mengurusi kunci yang digunakan pada metode sequential dimana record diorganisasikan  dalam urutan yang berdasarkan key field dengan penambahan :

  1. Indeks ke file untuk mendukung pengaksesan secara acak
  2. Overflow file yang berguna pada waktu penyisipan (insert) record.

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengorganisasi kumpulan record-record yang  membutuhkan  akses  record  secara  sekuensial maupun akses record secara individu berdasarkan nilai  key  adalah organisasi berkas indeks sekuensial.

Jadi berkas  indeks  sekuensial  merupakan  kombinasi  dari  berkas sekuensial dan berkas relatif.
Adapun jenis akses yang diperbolehkan, yaitu:

·         Akses Sequential

·         Akses Direct

Sedangkan jenis prosesnya adalah:

  • Batch
  • Interactive

Struktur berkas Index Sequential

  • Index   –>  Binary Search Tree
  • Data    –> Sequential

Indeksnya digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu, sedangkan berkas data sequential digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record.
4. File berindeks majemuk (multiple indexed file).

Menggunakan banyak indeks untuk setiap jenis field yang mungkin menjadi subject pencarian. Record-record diakses hanya melalui indeksnya. Ada dua jenis indeks yang digunakan yaitu :

Exhaustive

Terdiri dari satu entry untuk setiap record dalam file utama. Indeksnya sendiri di organisasikan sebagai file sequential untuk kemudahan pencarian

Partial

Terdiri dari banyak entry ke record dimana field “ketertarikan” berada.

Struktur file index majemuk

Terdiri dari main file dan file-file index file berindeks majemuk

  • Tidak ada rantai overflow (kebutuhan pengelolaan rantai  ke file log)
  • Tidak dikenal konsep atribut kunci
  • Tidak ada keterurutan berdasarkan atribut kunci
  • Pengubahan data langsung dilakukan terhadap main file
Contoh pemakaian file berindex majemuk

Sistem perbankan yang mempunyai beberapa pemakai (user) seperti teller, pegawai kredit, manajer cabang, pegawai Bank, nasabah dll

Adanya pemakai berbeda memerlukan akses record-record ini dalam cara yang berbeda.

5. File berhash (hashed or direct file).

Metode direct sering digunakan untuk permintaan pengaksesan yang cepat dimana panjang record yang tetap digunakan dan dimana record selalu diakses sekali dalam satu waktu. contohnya adalah direktori, tabel harga, jadwal dan daftar nama.

Metode ini masih menggunakan key field untuk setiap record, tetapi tidak menggunakan konsep urutan sequential. Metode direct menggunakan fungsi hashing pada nilai kunci.

Metode penempatan dan pencarian yang memanfaatkan metode Hash
disebut hashing atau ‘Hash addressing’ dan fungsi yang digunakan disebut fungsi hashing / fungsi Hash. Fungsi hashing atau fungsi Hash inilah yang dapat menjadi salah satu alternatif dalam menyimpan atau mengorganisasi File dengan metode akses langsung. Fungsi Hash berupaya menciptakan “fingerprint” dari berbagai data masukan. Fungsi Hash akan mengganti atau mentransposekan data tersebut untuk menciptakan fingerprint, yang biasa disebut Hashvalue (nilai Hash). Hash value biasanya akan digambarkan sebagai suatu string pendek yang terdiri atas huruf dan angka yang terlihat random (data biner yang ditulis dalam notasi heksadesimal).
Berkaitan dengan upayanya untuk menciptakan “fingerprint”, fungsi Hash
digunakan juga pada algoritma enkripsi untuk menjaga integritas sebuah data.
Dalam konsepnya modern ini –selain digunakan pada penyimpanan data-, fungsi  Hash adalah sebuah fungsi matematika, yang menerima masukan string yang panjangnya sebarang, mengambil sebuah panjang variable dari string masukan tersebut –yang disebut pre-image, lalu mekonversinkannya ke sebuah string keluaran dengan ukuran tetap (fixed), dan umumnya lebih pendek dari ukuran string semula, yang disebut message digest.
6. File cincin (multiring file).

Multiring File merupakan metode pengorganisasian file yang berorientasi pada pemrosesan subset dari record secara efisien. Subset tersebut digambarkan sebagai grup dari beberapa record yang terdiri dari nilai atribut yang biasa. Contohnya “Semua pekerja yang berbicara bahasa Perancis”.
Subset dari record dihubungkan bersama secara eksplisit menggunakan pointer. Rantai penghubung ini menentukan urutan anggota dari subset. Setiap
subset mempunyai record kepala yang merupakan record awal dari suatu
rantai. Sebuah record kepala berisi informasi yang berhubungan dengan
seluruh record anggota di bawahnya. Record-record kepala ini juga dapat
dihubungkan menjadi sebuah rantai.
Tipe rantai tertentu yang digunakan untuk menggambarkan hal ini dinamakan ring, yang merupakan rantai di mana pointer anggota terakhir digunakan untuk menunkuk record kepala dari rantai. Ring-ring dapat disarangkan dalam banyak level kedalaman. Dalam hal ini record anggota dari ring level ke-i record kepala ring bawahan pada level i-1. Ring level terbawah, yang berisi data terakhir, selalu dianggap berada pada level 1.

multiring file

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s